Aktivitas Gempa Gunung Awu Didominasi Vulkanik Dangkal, Status Masih Waspada

Selasa 10-03-2026,16:03 WIB
Reporter : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas embusan asap kawah masih berfluktuasi dan tidak terjadi peningkatan yang menerus dan signifikan.

Meski begitu, Badan Geologi tetap memberikan perhatian khusus terhadap jumlah gempa vulkanik dangkal yang masih berada di atas kondisi normal.

Tambah dia, gempa vulkanik dangkal pada periode tersebut tidak mengalami perubahan namun dengan jumlah rata-rata per hari masih di atas normal.

Jumlah gempa vulkanik dangkal yang masih di atas normal mengindikasikan proses magmatik dan akumulasi tekanan masih terus berlangsung di kedalaman dangkal yang menyebabkan terjadinya retakan atau pelepasan tekanan pada batuan di dekat permukaan sehingga perlu diwaspadai.

Aktivitas Magma Masih Aktif

Berdasarkan pengamatan visual dan data instrumental, aktivitas magma di dalam tubuh Gunung Awu masih berlangsung secara aktif.

Sementara itu, dari hasil pengamatan visual dan instrumental menunjukkan bahwa aktivitas magmatik di Gunung Awu masih terjadi secara aktif.

Menurut Lana, meskipun aktivitas gempa cenderung fluktuatif, keberadaan gempa vulkanik dangkal yang masih tercatat dalam jumlah di atas normal menunjukkan bahwa aktivitas magma masih cukup tinggi.

Menurutnya, meskipun kondisi kegempaan yang fluktuatif, namun dengan masih terekam gempa vulkanik dangkal dalam jumlah di atas normal, maka aktivitas magma masih cukup tinggi dan perlu diwaspadai.

Selain itu, potensi peningkatan aktivitas gempa secara tiba-tiba juga tetap menjadi perhatian para pengamat gunung api.

Kejadian peningkatan kegempaan secara tiba-tiba (swarm gempa vulkanik) maupun peningkatan gempa 'Low Frequency' masih perlu diwaspadai di masa mendatang.

Potensi Bahaya Gunung Awu

Dalam laporannya, Badan Geologi juga menjelaskan berbagai potensi bahaya yang dapat terjadi akibat aktivitas Gunung Awu. Salah satunya adalah kemungkinan erupsi magmatik yang bersifat eksplosif.

Laporan itu menjelaskan, potensi bahaya Gunung Awu yang mungkin terjadi berupa erupsi magmatik eksplosif yang menghasilkan lontaran material pijar dan/atau aliran piroklastik, erupsi magmatik efusif yang menghasilkan aliran lava, maupun erupsi freatik yang didominasi uap, gas gunung maupun material erupsi sebelumnya.

Selain itu, terdapat pula potensi pembongkaran kubah lava apabila tekanan dalam sistem magmatik meningkat secara signifikan.

Lanjutnya. potensi pembongkaran kubah lava dapat terjadi jika tekanan di dalam sistem magmatik mengalami peningkatan signifikan, sementara potensi bahaya lain berupa hembusan gas vulkanik yang dapat membahayakan jiwa jika konsentrasi yang terhirup melebihi nilai ambang batas aman.

Rekomendasi untuk Masyarakat

Hingga hasil evaluasi terakhir pada 15 Februari 2026, Badan Geologi menetapkan tingkat aktivitas Gunung Awu berada pada Level II atau Waspada. Dengan status tersebut, masyarakat diminta untuk mematuhi berbagai rekomendasi yang telah ditetapkan.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 15 Februari 2026, maka tingkat aktivitas Gunung Awu pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini di antaranya masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak beraktivitas di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat kawah.

Kategori :