Program MBG di Sulut Sudah Dinikmati 381 Ribu Warga, Jangkau Ribuan Sekolah

Program MBG di Sulut Sudah Dinikmati 381 Ribu Warga, Jangkau Ribuan Sekolah

MBG-Dok Antara-

MANADO - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mencatat ratusan ribu warga telah menerima manfaat dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus diperluas di berbagai daerah.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Setda Provinsi Sulawesi Utara, Jimmy Ringkuangan mengatakan program tersebut kini telah menjangkau ribuan sekolah di wilayah Sulut.

"Program MBG tersebut telah menjangkau 3.320 sekolah," kata Asisten Jimmy Ringkuangan di Manado, Selasa.

Ia menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 381.004 warga Sulawesi Utara telah menikmati manfaat program tersebut. Jumlah penerima terdiri dari 322.382 siswa, 23.707 tenaga pendidik, serta 34.808 kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kelompok 3B.

Program itu juga mendapat dukungan dari 103 kader lapangan yang membantu pelaksanaan di berbagai wilayah.

Sementara itu, hingga 7 Mei 2026, terdapat 169 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah berdiri dan aktif beroperasi di Sulawesi Utara.

Sebaran layanan SPPG tersebar di sejumlah daerah, dengan jumlah terbanyak berada di Kota Manado yang memiliki 41 unit. Kabupaten Minahasa tercatat memiliki 27 SPPG, disusul Minahasa Utara sebanyak 13 unit.

Kemudian Kabupaten Minahasa Selatan dan Kepulauan Sitaro masing-masing memiliki 11 SPPG. Kota Bitung, Tomohon, dan Kabupaten Bolaang Mongondow masing-masing tercatat memiliki 10 unit layanan.

Selain itu, Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki delapan SPPG, Kota Kotamobagu tujuh unit, dan Kabupaten Minahasa Tenggara enam unit.

Untuk wilayah lainnya, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan serta Kepulauan Talaud masing-masing memiliki lima SPPG. Kabupaten Bolaang Mongondow Timur memiliki tiga unit, sementara Bolaang Mongondow Utara memiliki dua unit layanan.

"Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan manifestasi dari kerja keras kita semua dalam memastikan hak gizi masyarakat terpenuhi secara inklusif tanpa pengecualian geografis," kata Jimmy menambahkan.

Menurut Jimmy Ringkuangan, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk mendukung kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa.

Sumber: