MANADO – Bupati Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, Joune Ganda mengingatkan masyarakat untuk menghemat penggunaan air di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.
Joune meminta warga menggunakan air seperlunya karena ketersediaan air mengalami penurunan selama periode kemarau.
"Gunakan air secara bijak mengingat ketersediaan air berkurang drastis selama musim kemarau," kata Joune, di Manado, Minggu 30 Agustus 2026.
Menurut dia, langkah penghematan perlu dimulai dari lingkungan rumah tangga. Masyarakat diimbau tidak menggunakan air secara berlebihan untuk mengantisipasi berkurangnya debit sumber air.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi krisis air bersih menyusul musim kemarau yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Tak hanya soal ketersediaan air, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus meminta masyarakat mewaspadai dampak kekeringan ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah.
Yulius menyebut terdapat delapan daerah di Sulut yang mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dalam periode cukup panjang. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kekeringan dan memunculkan berbagai dampak lanjutan.
Menurutnya, kekeringan tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan masyarakat hingga kondisi perekonomian daerah.
Salah satu dampak yang perlu diantisipasi adalah karhutla. Kondisi lahan yang mengering ditambah suhu udara yang tinggi dapat memicu munculnya titik api baru.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kebakaran meluas hingga menghanguskan puluhan hektare area vegetasi di sejumlah wilayah Sulawesi Utara. *