Gunung Lokon Didominasi Gempa Vulkanik Dangkal, Status Masih Level II Waspada

Minggu 11-10-2026,11:19 WIB
Reporter : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

MANADO- Aktivitas Gunung Lokon di Sulawesi Utara masih berada pada Level II (Waspada). Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terhadap aktivitas gunung api tersebut selama 16-30 September 2026, kegempaan didominasi gempa vulkanik dangkal.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam laporan yang dibagikan Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lokon, Armando Manguleh, melalui grup percakapan BMKG dan pemangku kepentingan di Manado, Sabtu, menyampaikan hasil pemantauan instrumental selama periode tersebut.

"Berdasarkan pengamatan instrumental, terekam sebanyak 110 kali gempa embusan, dua kali gempa tornillo, 277 kali gempa vulkanik dangkal, tujuh kali gempa vulkanik dalam, lima kali gempa tektonik lokal, dan 43 kali gempa tektonik jauh," sebut Lana Saria.

Selain pemantauan kegempaan, pengamatan visual menunjukkan adanya embusan asap berwarna putih tipis dari kawah dengan ketinggian maksimum sekitar 150 meter di atas kawah.

Laporan tersebut menyebutkan, gempa vulkanik dangkal atau VB masih mendominasi aktivitas kegempaan Gunung Lokon. Sementara itu, gempa vulkanik dalam atau VA relatif jarang terekam.

Meski demikian, berdasarkan data visual dan seismik, aktivitas vulkanik Gunung Lokon belum menunjukkan peningkatan.

Data Real Time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) memperlihatkan energi kegempaan cenderung meningkat sejak 24 Agustus hingga 30 September 2026. Peningkatan tersebut diketahui bersumber dari gempa permukaan.

Sementara itu, hasil pemantauan menggunakan perangkat Global Positioning System (GPS) menunjukkan deformasi gunung mengalami inflasi dengan laju rendah sejak Juni 2025 hingga Januari 2026.

Adapun selama periode 1 Januari hingga 30 September 2026, pola deformasi terpantau relatif mendatar atau tidak mengalami perubahan berarti.

Waspadai Gas Beracun dan Erupsi Freatik

Badan Geologi mengingatkan sejumlah potensi bahaya yang masih dapat terjadi di Gunung Lokon. Ancaman tersebut antara lain keluarnya gas beracun dari kawah sewaktu-waktu serta kemungkinan erupsi freatik yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Masyarakat yang tinggal di sekitar alur sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar, terutama saat musim hujan atau ketika terjadi hujan deras dalam durasi panjang.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi hingga 30 September 2026, tingkat aktivitas Gunung Lokon tetap berada pada Level II atau Waspada. Rekomendasi keselamatan pun disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.

Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan melakukan aktivitas maupun mendekati area dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan.

Selain itu, apabila terjadi letusan yang disertai hujan abu, masyarakat diimbau tetap berada di dalam rumah. Jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan, warga disarankan menggunakan pelindung hidung dan mulut berupa masker serta pelindung mata.

 

Kategori :