Dampak ke Sulut Dinilai Masih Terbatas
Untuk Sulawesi Utara, Joy memperkirakan aksi yang terjadi di Jakarta belum memberikan dampak langsung yang besar terhadap aktivitas ekonomi daerah.
Meski demikian, ia mengingatkan adanya sejumlah jalur yang bisa menyalurkan dampak apabila ketidakpastian di tingkat nasional berlangsung lebih lama.
Salah satunya berkaitan dengan harga dan distribusi logistik. Pelemahan rupiah maupun gangguan distribusi secara nasional dapat meningkatkan biaya bahan bakar, mesin, bahan baku, pangan, dan transportasi.
Hal ini perlu diperhatikan karena Sulawesi Utara masih membutuhkan pasokan sejumlah komoditas dan barang dari luar daerah.
Selain itu, sektor investasi dan pariwisata juga berpotensi terdampak. Persepsi mengenai stabilitas nasional menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan investor maupun pelaku industri pariwisata dalam mengambil keputusan.
“Ini penting bagi Sulut karena sektor perdagangan, transportasi, pariwisata, dan jasa sangat bergantung pada mobilitas dan kepercayaan,” katanya.
Joy juga menyoroti sektor perdagangan komoditas. Pelemahan rupiah sebenarnya dapat memberikan keuntungan bagi eksportir karena nilai penerimaan dalam rupiah berpotensi meningkat.
Sejumlah komoditas Sulut seperti kelapa, produk perikanan, cengkih, dan pala dapat memperoleh manfaat dari kondisi tersebut. Namun, keuntungan itu bisa tergerus apabila biaya produksi ikut naik, terutama untuk bahan bakar, pupuk, pakan, mesin, maupun transportasi.
Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu memastikan sejumlah sektor strategis tetap berjalan normal. Stabilitas harga kebutuhan pokok, kelancaran transportasi laut dan udara, realisasi belanja daerah, serta kepastian bagi investor dan pelaku pariwisata menjadi hal yang perlu dijaga.
Pada akhirnya, Joy menekankan bahwa yang paling berisiko bagi perekonomian bukan sekadar aksi masyarakat, melainkan ketidakpastian yang berlangsung terlalu lama tanpa respons yang jelas dari pemerintah maupun lembaga terkait.
“Ekonomi tidak paling takut kepada suara masyarakat di jalan. Ekonomi lebih takut kepada ketidakpastian yang berkepanjangan dan lembaga yang tidak mampu memberikan jawaban. Jika aksi berlangsung damai dan direspons dengan dialog serta perbaikan kebijakan, dampaknya bisa positif,” katanya. *