Presiden Donald Trump juga menyatakan bahwa AS akan mulai memandu kapal-kapal yang terjebak untuk keluar dari Selat Hormuz.
"Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terlarang ini," katanya dalam unggahan media sosial pada Ahad.
Meski demikian, Trump tidak merinci negara mana saja yang akan mendapatkan bantuan tersebut.
Dalam beberapa pekan terakhir, Selat Hormuz dilaporkan sempat mengalami gangguan serius akibat blokade yang dikaitkan dengan Iran. Operasi pengawalan ini pun diberi nama “Proyek Kebebasan”, dengan peringatan bahwa setiap upaya mengganggu misi tersebut akan ditindak tegas.
Sementara itu, anggota parlemen senior Iran sekaligus mantan komandan Garda Revolusi, Ebrahim Azizi, menegaskan bahwa keterlibatan Amerika Serikat akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan yang berlaku.
"Kami akan menyampaikan semua perkembangan terbaru tentang hal ini sepanjang hari."