Lansia Hilang 5 Hari di Tomohon Ditemukan Selamat di Perkebunan Minahasa

Lansia Hilang 5 Hari di Tomohon Ditemukan Selamat di Perkebunan Minahasa

Lansia Hilang 5 Hari di Tomohon Ditemukan Selamat di Perkebunan Minahasa-Dom Basarnas Sulut-

MANADO - Upaya pencarian terhadap seorang lansia yang dilaporkan hilang di Kota Tomohon akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi selamat setelah lima hari operasi pencarian intensif.

Korban diketahui bernama Aneta Awuy (79), warga Lingkungan 8, Kelurahan Lahendong, Kecamatan Tomohon Selatan. Ia ditemukan di area perkebunan Rambunan, Kabupaten Minahasa, setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak Kamis (30/4).

"Korban ditemukan dalam keadaan selamat pada hari kelima pelaksanaan operasi SAR. Korban segera dievakuasi ke RS Siloam Sonder untuk mendapatkan penanganan medis," kata Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng di Manado, Senin.

Nuriadin menjelaskan, operasi pencarian pada hari kelima diawali dengan briefing pada pukul 06.50 WITA guna menentukan strategi lanjutan sebelum tim kembali melakukan penyisiran di lokasi yang telah ditentukan.

Hasilnya, pada pukul 07.30 WITA, korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat di kawasan perkebunan Rambunan, sekitar tiga kilometer dari kediamannya. Tak lama berselang, korban langsung dievakuasi dan pada pukul 07.50 WITA telah tiba di RS Siloam Sonder untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas Sulut, PMI Tomohon, RAPI Minahasa, pemerintah setempat, hingga masyarakat dan sejumlah komunitas relawan seperti Sarkom Minahasa serta KPA Vulkano Tomohon. Proses pencarian juga didukung berbagai peralatan, termasuk rescue truck, perangkat komunikasi, alat medis, hingga drone UAV thermal.

"Kami apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang terlibat atas kerja sama dan dedikasi dalam operasi ini, sehingga korban dapat ditemukan dengan selamat," ujar Kepala Basarnas Sulawesi Utara George Mercy Randang di Manado.

Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado menerima laporan terkait hilangnya korban setelah pada Rabu, 29 April 2026 sekitar pukul 08.00 WITA, Aneta keluar rumah dan diduga menuju perkebunan Zanuriri.

Namun hingga keesokan harinya, korban belum juga kembali. Pencarian awal yang dilakukan keluarga bersama warga setempat tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya pihak kelurahan melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Manado pada pukul 09.35 WITA.

Menindaklanjuti laporan itu, tim rescue berjumlah 10 personel langsung diberangkatkan ke lokasi pada pukul 09.55 WITA untuk melakukan pencarian.

Selama operasi berlangsung, tim SAR memanfaatkan berbagai perlengkapan seperti truk personel, alat komunikasi, peralatan medis, drone thermal, serta perlengkapan pendukung lainnya guna mempercepat proses pencarian korban.

Sumber: