Warga Tomohon Diminta Waspada, Gunung Lokon Berpotensi Keluarkan Gas Beracun dan Erupsi Mendadak

Sabtu 18-04-2026,17:33 WIB
Reporter : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

MANADO - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat yang tinggal di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Lokon. Gunung api tersebut masih menunjukkan potensi bahaya yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Peringatan ini disampaikan menyusul hasil pemantauan terbaru yang menunjukkan adanya potensi ancaman, meski secara umum aktivitas vulkanik belum mengalami peningkatan signifikan. Masyarakat di sekitar kawasan gunung diminta tetap mengikuti rekomendasi resmi dari otoritas terkait.

"Potensi ancaman bahaya aktivitas Gunung Lokon saat ini adalah kemungkinan terjadinya gas beracun yang sewaktu-waktu dapat keluar dari kawah, juga dapat terjadinya erupsi freatik (erupsi yang diakibatkan kontak uap panas magma dengan air hidrotermal) secara tiba tiba," kata Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam laporan aktivitas Gunung Lokon yang diterima di Manado, Sabtu 18 April 2026.

Dalam laporan aktivitas periode 16 hingga 31 Maret 2026, disebutkan bahwa warga yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon diminta untuk waspada terhadap potensi lahar. Risiko ini meningkat terutama saat musim hujan atau ketika terjadi hujan deras dengan durasi panjang di bagian puncak gunung.

Data kegempaan selama periode tersebut mencatat aktivitas yang cukup beragam. Tercatat 42 kali gempa embusan, satu kali tremor non-harmonik, 43 kali gempa vulkanik dangkal, tujuh kali gempa vulkanik dalam, tiga kali gempa tektonik lokal, serta 61 kali gempa tektonik jauh.

Secara visual, Gunung Lokon terpantau mengeluarkan asap putih tipis dengan ketinggian maksimal sekitar 25 meter dari atas kawah. Aktivitas seismik didominasi oleh gempa vulkanik dangkal, sementara gempa vulkanik dalam relatif jarang terjadi.

Meski demikian, hasil analisis menyeluruh menunjukkan belum adanya indikasi peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Hingga 31 Maret 2026, status Gunung Lokon masih berada pada Level II atau Waspada.

Seiring dengan status tersebut, sejumlah rekomendasi tetap diberlakukan. Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari kawah Tompaluan yang menjadi pusat aktivitas gunung.

Selain itu, jika terjadi erupsi yang disertai hujan abu, warga diminta untuk tetap berada di dalam rumah. Apabila terpaksa berada di luar ruangan, disarankan menggunakan pelindung seperti masker untuk hidung dan mulut, serta kacamata guna melindungi mata.

Peringatan juga kembali ditegaskan terkait potensi lahar di sungai-sungai yang berhulu dari Gunung Lokon, terutama saat curah hujan tinggi.

Kategori :