Bandara Sam Ratulangi Catat Kinerja Positif di Awal 2026, Penumpang dan Kargo Meningkat

Bandara Sam Ratulangi Catat Kinerja Positif di Awal 2026, Penumpang dan Kargo Meningkat

Bandara Samrat Manado-Dok ANTARA-

MANADO – Aktivitas operasional di Bandara Internasional Sam Ratulangi (Samrat) MANADO, Sulawesi Utara, menunjukkan tren menggembirakan sepanjang triwulan I tahun 2026. Sejumlah indikator utama seperti pergerakan pesawat, jumlah penumpang, hingga angkutan kargo mengalami pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Samrat Manado, Raditya Ari Purwoko, mengungkapkan bahwa total pergerakan pesawat hingga Maret 2026 mencapai 5.285 pergerakan.

“Berdasarkan data operasional, jumlah pergerakan pesawat tercatat sebanyak 5.285 pergerakan, meningkat 23 persen dibandingkan tahun 2025 yaitu sebesar 4.286,” kata Raditya di Manado, Kamis 16 April 2026.

Meski mengalami pertumbuhan signifikan secara tahunan, angka tersebut masih sedikit di bawah capaian tahun 2019 yang mencapai 5.331 pergerakan atau terkoreksi sekitar 1 persen.

Dari sisi penumpang, jumlahnya tercatat sebanyak 513.043 orang hingga akhir Maret 2026. Angka ini meningkat 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 428.218 penumpang. Namun demikian, jumlah tersebut masih sedikit lebih rendah sekitar 1 persen dibandingkan capaian 2019 sebesar 517.558 penumpang.

Sementara itu, sektor kargo mencatat pertumbuhan yang cukup menonjol. Volume angkutan barang mencapai 4.974.306 kilogram atau naik 9 persen dibandingkan tahun 2025 yang sebesar 4.554.240 kilogram. Bahkan, jika dibandingkan dengan 2019, lonjakannya mencapai 70 persen.

Raditya menjelaskan, peningkatan signifikan pada sektor kargo tidak lepas dari perubahan pola distribusi logistik sejak pandemi COVID-19, di mana aktivitas perdagangan berbasis daring mengalami peningkatan pesat. Pada periode tersebut, volume kargo tercatat sebesar 2.924.052 kilogram.

Ia menegaskan bahwa pihak manajemen akan terus menjaga dan meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh pengguna jasa bandara.

“Manajemen akan terus memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang serta memastikan operasional bandara berjalan dengan aman, yaman, dan efisien,” ujarnya.

Memasuki April 2026, industri penerbangan turut menghadapi tantangan global akibat konflik di Timur Tengah. Kondisi ini berdampak pada kenaikan harga tiket pesawat domestik yang berkisar antara 9 hingga 13 persen, seiring meningkatnya biaya operasional maskapai.

Meski demikian, pemerintah terus berupaya menjaga agar harga tiket tetap terjangkau bagi masyarakat. Raditya pun menilai situasi tersebut tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap minat masyarakat untuk melakukan perjalanan melalui Bandara Sam Ratulangi Manado.

Dengan tren pertumbuhan yang terus menunjukkan arah positif, pengelola bandara optimistis jumlah wisatawan akan terus meningkat, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Hal ini didukung oleh semakin dikenalnya potensi pariwisata dan keindahan alam Sulawesi Utara.

Raditya menambahkan, Bandara Sam Ratulangi diharapkan dapat terus berperan sebagai pintu gerbang utama dalam memperkuat konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur. *

Sumber: