Bea Cukai Dorong Pelabuhan Bitung Jadi Jalur Ekspor Langsung ke Luar Negeri
Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Utara, Zaky Firmansyah. ANTARA/Karel A Polakitan--
MANADO – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) wilayah Sulawesi Bagian Utara terus mendorong penguatan peran Pelabuhan Bitung sebagai jalur ekspor langsung ke pasar internasional.
Upaya ini dilakukan melalui skema Direct Call International Shipment yang memungkinkan pengiriman peti kemas tanpa harus transit di pelabuhan besar lainnya.
Kepala Kantor Wilayah DJBC, Zaky Firmansyah, menyampaikan bahwa secara geografis posisi Bitung sangat strategis untuk membuka konektivitas langsung dengan negara tujuan ekspor, khususnya di kawasan Asia Timur.
“Posisi Sulawesi Utara khususnya Bitung, ke atasnya Cina. Ini yang kami dorong Pelabuhan Bitung menjadi 'Direct Call International Shipment',” kata Zaky dalam kegiatan Media Gathering di Manado, Kamis 16 April 2026.
Ia menjelaskan, pada tahap awal pihaknya akan memperkuat fungsi Pelabuhan Bitung sebagai pusat distribusi atau hub bagi wilayah sekitarnya, seperti Maluku dan Sulawesi Tengah.
“Jadi masuk ke Bitung dan kemudian Bitung dijadikan International Shipment sampai ke Cina,” ujarnya.
Menurut Zaky, Bea Cukai telah melakukan dua kali uji coba ekspor langsung melalui Pelabuhan Bitung. Hasilnya dinilai cukup positif dan diharapkan dapat berlanjut hingga menjadikan pelabuhan tersebut sebagai pintu ekspor utama dari kawasan timur Indonesia.
Pengembangan ini juga sejalan dengan potensi unggulan Sulawesi Utara, khususnya di sektor perikanan. Komoditas hasil laut kini sudah mulai dikirim langsung ke pasar internasional tanpa harus melalui Pelabuhan Tanjung Priok.
“Saat ini sudah menggunakan Bitung sebagai pelabuhan ekspor ke Cina kemudian dari Cina ke Korea dan Jepang. Artinya Bitung sudah bisa dijadikan direct call,” katanya menambahkan.
Tak hanya perikanan, potensi lain seperti komoditas perkebunan juga mulai didorong melalui jalur ekspor Bitung. Produk turunan kelapa dan pala disebut telah memanfaatkan fasilitas pelabuhan tersebut untuk menembus pasar global.
Zaky optimistis, dengan dukungan fasilitas yang memadai serta kesiapan berbagai instansi terkait, Pelabuhan Bitung dapat berkembang menjadi pelabuhan internasional yang kompetitif.
“Mudah-mudahan Bitung boleh menjadi pelabuhan yang maju karena telah memiliki fasilitas pelabuhan baik itu kedalaman laut, sarana dan prasarana yang mendukung ditambah dengan kesiapan instansi yang melayani ekspor,” ujarnya. *
Sumber: