Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Sulut, BMKG Rilis Peringatan Dini

Selasa 27-01-2026,11:57 WIB
Reporter : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

DISWAY.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Utara hingga awal Februari 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca yang berpotensi menimbulkan gangguan aktivitas.

"Waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, serta peningkatan akumulasi curah hujan harian," ajak Kepala Bidang Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi, Astrid Y Lasut di Manado, Senin 26 Januari 2026.

BMKG menjelaskan, kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi oleh keberadaan pusat tekanan rendah di wilayah timur Filipina. Sistem tersebut menarik massa udara dari sekitar Sulawesi Utara dan berdampak tidak langsung terhadap meningkatnya kecepatan angin, khususnya di wilayah kepulauan.

Selain faktor regional, dinamika cuaca global juga turut berperan. Nilai Southern Oscillation Index (SOI) tercatat berada di angka +10,8, sementara indeks ENSO di wilayah Nino 3.4 mencapai -0,91. Kombinasi kedua indikator ini mendorong peningkatan aktivitas konvektif di sebagian wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

Kondisi tersebut diperkuat oleh labilitas atmosfer lokal yang cukup kuat. Situasi ini mendukung pertumbuhan awan hujan dengan potensi kilat dan petir di berbagai wilayah Sulawesi Utara.

BMKG memetakan potensi cuaca ekstrem secara bertahap di sejumlah daerah. Astrid menyebutkan, pada esok hari wilayah Kabupaten Minahasa berpeluang mengalami cuaca ekstrem, kemudian disusul Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan Kabupaten Kepulauan Talaud pada hari berikutnya.

Pada Jumat 30 Januari, potensi cuaca ekstrem diperkirakan meluas ke Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, serta Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Memasuki Sabtu 31 Januari, cuaca ekstrem berpeluang terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Sementara itu, pada Minggu 1 Februari 2026 BMKG memprakirakan potensi cuaca ekstrem masih berlanjut di Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, serta Kabupaten Kepulauan Talaud.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan mengantisipasi risiko yang dapat ditimbulkan akibat hujan lebat, angin kencang, maupun petir. *

Kategori :