AS Buka Sayembara, Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Lokasi Mojtaba Khamenei

AS Buka Sayembara, Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Lokasi Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei (Reuters)--

DISWAY.ID - Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan hadiah besar bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin barunya, Mojtaba Khamenei.

Program pemberian hadiah tersebut diumumkan melalui inisiatif Rewards for Justice (RFJ) milik United States Department of State pada Jumat. Nilai hadiah yang ditawarkan mencapai 10 juta dolar AS atau sekitar Rp169,5 miliar.

Program ini ditujukan untuk mengumpulkan informasi mengenai tokoh-tokoh penting di tubuh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang dianggap terlibat dalam aktivitas terorisme internasional.

"Rewards for Justice menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS (sekitar Rp169,5 milyar) untuk informasi tentang para pemimpin kunci Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan cabang-cabang komponennya. Individu-individu ini memimpin dan mengarahkan berbagai elemen IRGC, yang merencanakan, mengatur, dan melaksanakan terorisme di seluruh dunia," kata RFJ dalam sebuah pernyataan.

Menurut RFJ, hadiah tersebut berlaku untuk informasi terkait sejumlah tokoh penting di lingkaran kekuasaan Iran. Selain Mojtaba Khamenei, beberapa nama lain yang disebut di antaranya Wakil Kepala Staf di Kantor Pemimpin Tertinggi (SLO) Ali Asghar Hejazi, Penasihat SLO Ali Larijani, Menteri Dalam Negeri Eskandar Momeni, serta Menteri Intelijen dan Keamanan Esmail Khatib.

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangan militer yang terjadi pada akhir Februari. Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat bersama Israel melakukan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.

Serangan tersebut menimbulkan kerusakan, korban sipil, serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Situasi itu kemudian dibalas Iran dengan serangan terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Setelah kematian Ali Khamenei, putranya Mojtaba Khamenei dipilih sebagai pemimpin baru Iran. Namun, otoritas Iran tidak mengumumkan adanya perubahan lain dalam struktur kepemimpinan militer negara tersebut.

Di sisi lain, Amerika Serikat dan Israel sebelumnya menyatakan bahwa serangan awal terhadap Iran dilakukan untuk menghadapi ancaman yang dinilai berasal dari program nuklir negara tersebut. Meski demikian, kedua negara itu kemudian menegaskan bahwa tujuan mereka adalah mendorong terjadinya perubahan rezim di Iran.

 

Sumber: Sputnik

Sumber: