Api Muncul di Kawah Tompaluan, Gunung Lokon Masih Berstatus Waspada
Gunung Lokon-Dok Antara-
TOMOHON – Aktivitas vulkanik Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, kembali menjadi perhatian setelah api terpantau muncul di dasar Kawah Tompaluan pada malam hari.
Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lokon, Armando Manguleh, mengatakan kemunculan api tersebut masih terus dipantau oleh petugas.
"Pada malam hari teramati adanya api di dasar kawah Tompaluan," kata Ketua Pos PGA Lokon, Armando Manguleh di Tomohon, Senin 24 Agustus 2026.
Menurut Armando, api yang terlihat dan tidak padam menjadi indikasi adanya suplai magma yang telah menetap di permukaan.
"Kemunculan api tersebut terjadi setelah ada peningkatan aktivitas vulkanik pada September 2025," ujarnya.
Armando meminta masyarakat maupun wisatawan tidak mengabaikan rekomendasi terkait radius bahaya Gunung Lokon. Aktivitas di dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan untuk sementara harus dihindari.
Ia menjelaskan, potensi bahaya yang perlu diwaspadai saat ini antara lain keluarnya gas beracun dari kawah secara tiba-tiba. Selain itu, masih terdapat kemungkinan terjadinya erupsi freatik tanpa didahului tanda-tanda yang mudah dikenali.
"Itu yang kami khawatirkan (erupsi freatik). Kami harap radius bahaya tetap dipatuhi," harap Armando.
Berdasarkan hasil pengamatan pada periode 23 Agustus 2026, asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang. Asap tersebut terpantau mencapai ketinggian sekitar 25 hingga 100 meter di atas puncak kawah.
Dari sisi kegempaan, tercatat 21 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 3-9 milimeter dan durasi 3-5 detik.
Selain itu, terekam satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 35 milimeter, S-P 4,06 detik dan durasi 14 detik. Kemudian terdapat enam kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3-40 milimeter, S-P tidak terbaca dan durasi 50-251 detik.
Hingga saat ini, Badan Geologi Kementerian ESDM masih menetapkan status Gunung Lokon pada Level II atau Waspada.
Masyarakat dan wisatawan diminta tetap mengikuti rekomendasi keselamatan yang berlaku serta tidak melakukan aktivitas dalam radius bahaya yang telah ditetapkan. *
Sumber: