Karantina Sulut Pastikan Sapi Bantuan Presiden Bebas PMK dan Antraks
Petugas Karantina Sulawesi Utara memeriksa kesehatan sapi kurban bantuan. - Karantina Sulut--
MANADO - Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Sulawesi Utara memastikan seluruh sapi bantuan Presiden RI Prabowo Subianto yang dikirim ke wilayah kepulauan dalam kondisi sehat dan bebas penyakit menular.
Kepala Karantina Sulawesi Utara Agus Mugiyanto mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan seluruh hewan kurban tersebut negatif dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks, maupun brucellosis.
"Seluruh prosedur karantina dijalankan secara runtut agar tidak ada potensi penyebaran penyakit antar wilayah. Pemeriksaan fisik kembali dilakukan secara langsung sesaat sebelum sapi-sapi tersebut dinaikkan ke atas kapal," kata Agus di Manado, Selasa 26 Mei.
Selain memeriksa sapi bantuan Presiden, petugas karantina juga melakukan pengecekan terhadap sapi bantuan dari Gubernur Sulawesi Utara yang akan dikirim menuju Kabupaten Kepulauan Siau.
Menurut Agus, pemeriksaan berlapis dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan hewan serta keamanan pangan di wilayah Sulawesi Utara, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha.
Ia menjelaskan, selama periode Idul Adha tahun ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap pengiriman hewan ternak ke sejumlah daerah, mulai dari kambing ke Kepulauan Sangihe, 29 ekor sapi ke Sitaro, hingga pemasukan 16 ekor sapi dari Jailolo ke Bitung.
"Seluruh sapi yang dikirim berada dalam kondisi prima. Berdasarkan pemeriksaan akhir, tidak ditemukan adanya gejala atau tanda-tanda penyakit pada hewan-hewan sehingga dipastikan aman untuk dikonsumsi masyarakat sebagai hewan kurban," kata Agus.
Dengan pengawasan tersebut, masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sitaro dan Kabupaten Kepulauan Talaud diharapkan dapat menjalankan perayaan Idul Adha dengan tenang menggunakan hewan kurban bantuan Presiden.
Sebelumnya, Karantina Sulawesi Utara juga melakukan pengawasan ketat terhadap proses pengiriman sapi bantuan Presiden Prabowo Subianto menuju Kabupaten Kepulauan Talaud melalui Pelabuhan Likupang.
Pemeriksaan dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit menular pada hewan ternak sekaligus memastikan seluruh proses distribusi memenuhi standar kesehatan, termasuk melalui pengujian laboratorium. *
Sumber: