Gubernur Sulut Tekankan Kolaborasi Buruh dan Industri
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus--
MANADO - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di Taman Kesatuan Bangsa (TKB), Kota Manado, Senin (4/5/2026), dengan mengusung semangat dialog dan kebersamaan antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay hadir langsung dan berdialog dengan perwakilan serikat buruh dari berbagai sektor industri di daerah tersebut.
Peringatan May Day tahun ini mengangkat tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, yang menekankan pentingnya sinergi tripartit dalam membangun hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan.
Gubernur Yulius menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen kuat untuk memastikan perlindungan hak-hak pekerja, seiring dengan pertumbuhan sektor industri di Sulawesi Utara.
“Pemerintah berkomitmen untuk terus melindungi hak-hak pekerja sekaligus mendorong pertumbuhan industri. Kolaborasi adalah kunci agar kesejahteraan buruh dapat berjalan seiring dengan kemajuan ekonomi,” ujar Gubernur Yulius dalam sambutannya.
Ia juga menekankan bahwa semangat kolaborasi tersebut merupakan bagian dari visi pembangunan Sulawesi Utara yang berkelanjutan, di mana hasil pembangunan diharapkan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, khususnya para pekerja.
Menurutnya, kekayaan sumber daya daerah harus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat, terutama buruh sebagai salah satu penggerak utama roda ekonomi daerah.
Kegiatan peringatan May Day ini juga disebut sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan peran negara sebagai pelindung dan pengayom bagi para pekerja.
Presiden menilai bahwa kesejahteraan buruh merupakan fondasi penting dalam memperkuat pembangunan nasional yang inklusif.
Acara yang diikuti berbagai elemen serikat pekerja tersebut berlangsung dalam suasana tertib dan penuh kekeluargaan. Selain seremoni peringatan, kegiatan ini juga menjadi wadah dialog terbuka antara buruh dan pemerintah daerah untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Melalui penguatan komitmen bersama ini, diharapkan hubungan industrial di Sulawesi Utara semakin harmonis, sehingga iklim investasi tetap terjaga sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan. *
Sumber: