Aktivitas Gempa Gunung Awu Didominasi Vulkanik Dangkal, Status Masih Waspada
Gunung Awu Didominasi --
DISWAY.ID, Manado – Aktivitas kegempaan di Gunung Awu yang berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, masih menunjukkan dinamika yang perlu mendapat perhatian.
Pemantauan yang dilakukan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat aktivitas seismik gunung api tersebut selama paruh pertama Februari 2026 didominasi gempa vulkanik dangkal.
Data pengamatan periode 1 hingga 15 Februari 2026 menunjukkan sejumlah jenis gempa tercatat oleh alat pemantau. Aktivitas ini menjadi salah satu indikator penting dalam menilai pergerakan magma di dalam tubuh gunung api.
Badan Geologi menegaskan bahwa meskipun aktivitas kegempaan masih fluktuatif, kondisi Gunung Awu tetap berada pada Level II atau Waspada. Status ini mengharuskan masyarakat tetap mengikuti rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh otoritas terkait.
Ratusan Gempa Terekam Selama Dua Pekan
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa dalam periode pemantauan tersebut terdapat berbagai jenis gempa yang terdeteksi.
"Pada periode tersebut terekam 218 kali gempa vulkanik dangkal dengan rata-rata 14 kejadian per hari, delapan kali gempa vulkanik dalam, tiga kali gempa tektonik lokal, 260 kali gempa tektonik jauh," kata Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam laporannya, Senin 9 Maret 2026.
Selain jumlah kejadian gempa, pemantauan juga dilakukan terhadap energi kegempaan menggunakan parameter RSAM atau Real Time Seismic Amplitude Measurement. Nilai dari pengukuran ini menunjukkan kondisi energi gempa yang masih berubah-ubah.
Energi gempa-gempa vulkanik secara keseluruhan, yang berdasarkan nilai perataan amplitudo rekaman gempa RSAM (Real Time Seismic Amplitude Measurement) menunjukkan nilai fluktuatif.
Menurut Lana, kondisi tersebut dipengaruhi beberapa faktor, termasuk kondisi cuaca serta dinamika kegempaan yang terjadi selama periode pengamatan.
Pada periode tersebut, kata Lana, grafik RSAM secara umum masih mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan kegempaan.
Ia juga menambahkan bahwa frekuensi gempa vulkanik dangkal masih relatif sama jika dibandingkan dengan periode pemantauan sebelumnya.
Menurutnya, kondisi gempa vulkanik dangkal saat ini mengalami hampir sama dibanding periode sebelumnya dimana rata-rata kejadian 14 kejadian per hari.
Aktivitas Kawah Tidak Mengalami Perubahan Signifikan
Selain memantau kegempaan, Badan Geologi juga melakukan pengamatan visual terhadap kawah Gunung Awu. Hasil evaluasi menunjukkan tidak ada perubahan signifikan pada kondisi kawah sejak pertengahan tahun 2024.
Berdasarkan hasil evaluasi, pengamatan visual kawah Gunung Awu tidak mengalami perubahan yang signifikan sejak awal bulan Juli 2024 dan pada periode 1 – 15 Februari 2026 embusan asap kawah teramati hanya 10 - 50 meter di atas kubah lava, dominan di bawah 50 meter di atas kubah lava.
Sumber: