Pemkot Tomohon Ajak Lulusan SMA Manfaatkan Peluang Sekolah Kedinasan
Wali Mota Tomoho Caroll Senduk--
DISWAY.ID, Tomohon – Pemerintah Kota Tomohon, Sulawesi Utara, mengajak para lulusan sekolah menengah atas (SMA) untuk mempertimbangkan melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan yang disediakan pemerintah.
Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Tomohon, Eden Kawung, menilai jalur sekolah kedinasan bisa menjadi solusi bagi lulusan SMA yang belum terserap di dunia kerja.
"Saat ini banyak lulusan SMA yang kemudian belum mendapatkan pekerjaan," kata Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD), Eden Kawung, di Tomohon, Rabu.
Menurutnya, minat untuk masuk sekolah kedinasan perlu dibarengi dengan kesiapan belajar yang serius, termasuk memanfaatkan sistem pembelajaran daring yang kini tersedia sebagai sarana persiapan.
Eden menegaskan, sekolah kedinasan menawarkan peluang besar karena lulusannya memiliki kesempatan langsung bekerja setelah menyelesaikan pendidikan.
"Ada banyak sekolah kedinasan yang disediakan pemerintah. Ini peluang besar di sekolah kedinasan, karena setelah selesai, bisa langsung kerja," katanya menambahkan.
Ia menyebut sejumlah contoh sekolah kedinasan yang bisa menjadi pilihan, seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), serta sekolah kedinasan di bidang akuntansi dan keuangan, pelayaran, dan perhubungan.
"Harus mempersiapkan diri untuk bisa masuk ke sekolah-sekolah kedinasan pemerintah," ujarnya.
Untuk memperluas informasi, BKPSDMD Tomohon terus menyosialisasikan peluang tersebut melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk grup percakapan, agar semakin banyak lulusan SMA yang mengetahui dan mengikuti proses seleksi.
"Kami terus mendorong untuk belajar daring sebagai langkah persiapan masuk sekolah kedinasan. Belajar agar punya kompetensi dan bisa bersaing," katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun lalu hanya empat peserta dari Tomohon yang berhasil lolos seleksi sekolah kedinasan. Jumlah tersebut dinilai masih minim setelah dilakukan evaluasi, karena peserta daerah dinilai belum mampu bersaing dengan pendaftar dari luar wilayah.
Sumber: