BKKBN Sulut Perkuat Lima Program Prioritas, Siap Dukung MBG dan Transformasi Menuju Indonesia Emas 2045

BKKBN Sulut Perkuat Lima Program Prioritas, Siap Dukung MBG dan Transformasi Menuju Indonesia Emas 2045

--

DISWAY.ID - Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulawesi Utara menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi pelaksanaan lima program prioritas di daerah dengan jumlah penduduk lebih dari 2,6 juta jiwa tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari tindak lanjut arahan pemerintah pusat dalam memperkuat pembangunan keluarga.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulut, Jeanny Yola Winokan, menyatakan pihaknya siap bergerak aktif setelah pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas).

"Perwakilan Kendukbangga/BKKBN Sulut berkomitmen mengambil peran aktif dalam menindaklanjuti arahan Menteri saat Rakornas," kata Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan di Manado, Sabtu 14 Februari 2026.

Ia menjelaskan, terdapat lima program unggulan yang saat ini menjadi fokus utama. Program tersebut meliputi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati), Lansia Berdaya (Sidaya), serta AI-SuperApps Keluarga. 

Aplikasi digital ini dirancang sebagai layanan terintegrasi untuk membantu masyarakat berkonsultasi mengenai persoalan keluarga hingga memantau kondisi kesehatan secara mandiri.

Tak hanya itu, pihaknya juga memastikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Utara.

"Kami juga akan mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis atau MBG di daerah ini," ujar Jeanny.

Implementasi dukungan tersebut diarahkan kepada tiga kelompok utama, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Pendekatan yang digunakan berbasis data “by name by address” dengan melibatkan penyuluh KB serta kader di lapangan agar intervensi lebih tepat sasaran.

Lebih lanjut, Jeanny mengungkapkan bahwa dalam Rakornas Bangga Kencana Tahun 2026, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menekankan pentingnya transformasi Kemendukbangga/BKKBN.

Lembaga tersebut diarahkan menjadi ‘policy driver’, ‘integrator’, sekaligus penyedia data keluarga tunggal yang akurat untuk mendukung program prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.

Transformasi ini menempatkan keluarga sebagai pilar utama pembangunan nasional. Upaya tersebut juga dikaitkan dengan pemanfaatan bonus demografi yang diproyeksikan berakhir pada 2040, sehingga momentum tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Jeanny menambahkan, Rakornas yang digelar pada 12-13 Februari 2026 di Jakarta itu turut dihadiri Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, seluruh kepala perwakilan Kemendukbangga/BKKBN se-Indonesia, serta Pengurus DPD IPeKB Sulawesi Utara. Pada waktu yang sama, juga berlangsung Rapat Kerja Nasional IPeKB Indonesia Tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan konsolidasi dan sinergi program di daerah. *

Sumber: