Gejala pada Anak
Pada anak-anak, gejala TBC bisa berbeda. Mereka mungkin rewel, kehilangan nafsu makan, berat badan stagnan, atau mengalami demam berkepanjangan. Anak-anak juga lebih sulit menunjukkan batuk produktif sehingga diagnosis lebih menantang.
Faktor Risiko TBC
Beberapa faktor meningkatkan risiko seseorang terkena TBC, antara lain:
-
Sistem imun lemah, misal penderita HIV/AIDS.
-
Kontak dekat dengan penderita TBC aktif.
-
Kondisi hidup padat dan ventilasi buruk.
-
Nutrisi buruk dan stres.
-
Merokok atau terpapar asap rokok.
Cara Mendiagnosis TBC
Diagnosis TBC memerlukan pemeriksaan medis. Beberapa metode umum termasuk:
-
Rontgen Dada: Menunjukkan adanya kerusakan pada paru-paru.
-
Tes Dahak: Mengidentifikasi bakteri TBC langsung.
-
Tes Tuberkulin: Menilai reaksi tubuh terhadap bakteri TBC, terutama pada kasus laten.
-
Tes Molekuler Cepat: Menemukan DNA bakteri TBC untuk diagnosis lebih akurat.
Pengobatan dan Perawatan TBC
TBC dapat disembuhkan jika pengobatan dijalani dengan benar. Biasanya, pengobatan berlangsung 6–9 bulan dan menggunakan kombinasi antibiotik, seperti:
-
Isoniazid
-
Rifampisin
-
Pyrazinamide
-
Ethambutol
Beberapa tips untuk mendukung pengobatan TBC:
-
Minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter.
-
Jangan berhenti obat meski gejala mereda.
-
Konsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan imun.
-
Hindari kontak dekat dengan orang lain sampai dokter menyatakan aman.
Pencegahan TBC
Pencegahan penting untuk melindungi diri dan orang sekitar. Cara-cara efektif meliputi:
-
Vaksinasi BCG pada bayi.
-
Menjaga sirkulasi udara di rumah.
-
Menutup mulut saat batuk dan bersin.
-
Menghindari merokok.
-
Rutin memeriksakan kesehatan jika terpapar orang dengan TBC.