Nelayan Gorontalo Utara dan Bolmut Sepakat Akhiri Perselisihan

Minggu 30-08-2026,13:08 WIB
Reporter : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

GORONTALO – Wakil Bupati Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Nurjanah Hasan Yusuf mendukung penyelesaian perselisihan antara nelayan di wilayahnya dengan nelayan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara.

Nurjanah berharap kesepakatan yang telah dicapai kedua kelompok nelayan dapat mengakhiri perselisihan sekaligus menjaga hubungan baik antara masyarakat pesisir di dua daerah bertetangga tersebut.

"Saya berharap nelayan di dua daerah bertetangga ini tetap harmonis dalam menjalankan aktivitas melaut," kata Nurjana di Gorontalo Utara, Jumat, usai menyaksikan kesepakatan yang dilakukan para nelayan.

Kesepakatan bersama tersebut ditandai dengan penandatanganan oleh perwakilan nelayan dari kedua daerah. Kegiatan berlangsung di ruang rapat Gedung CTI lantai IV Kairagi, Kota Manado.

Nurjanah mengatakan kesepakatan itu menjadi momentum penting untuk mengakhiri perselisihan terkait pemanfaatan wilayah tangkapan ikan di perairan Kecamatan Pinogaluman, Bolmut.

Menurut dia, kesepakatan tersebut menjadi langkah penting dalam menciptakan hubungan harmonis sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas nelayan tangkap dari kedua wilayah.

Perselisihan antara nelayan Gorontalo Utara dan Bolmut sempat terjadi pada awal 2026. Kesalahpahaman muncul terkait batas wilayah dan lokasi penangkapan ikan.

Persoalan bermula ketika nelayan bagan asal Gorontalo Utara memasuki wilayah perairan Bolmut. Kondisi tersebut kemudian memicu konflik hingga terjadi perusakan alat tangkap bagan milik nelayan Gorontalo Utara.

Di sisi lain, muncul persoalan pemblokiran terhadap hasil tangkapan nelayan Bolmut yang masuk ke wilayah Gorontalo Utara.

“Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, kami (pemerintah daerah) bersama Pemerintah Kabupaten Bolmut, telah memfasilitasi sebanyak tiga kali pertemuan. Dua pertemuan dilaksanakan di Bolmut dan satu pertemuan dilaksanakan di Gorontalo Utara,” kata Nurjana.

Dua pertemuan awal belum menghasilkan kesepakatan. Namun, melalui pertemuan lanjutan, kedua pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dengan mengedepankan kepentingan bersama.

Salah satu poin utama kesepakatan yakni nelayan bagan asal Gorontalo Utara tidak lagi memasuki wilayah perairan Bolmut.

Nelayan Bolmut menyetujui poin tersebut dengan catatan batas wilayah perairan harus diperjelas melalui penentuan tapal batas oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui instansi teknis terkait.

“Selaku pemerintah daerah kami menyaksikan langsung kesepakatan bersama kedua belah pihak ini sebagai bentuk komitmen untuk mengakhiri perseteruan dan menjaga hubungan baik antar nelayan,” kata Nurjanah.

Ia berharap kesepakatan tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab oleh kedua pihak agar aktivitas nelayan dapat berlangsung aman, tertib, dan saling menghormati.

Kategori :