MANADO - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara mencatat kinerja perdagangan luar negeri Sulut tetap positif sepanjang Juni 2026. Hal itu terlihat dari neraca perdagangan Sulut yang kembali membukukan surplus sebesar 87,56 juta dolar Amerika Serikat (AS).
Surplus tersebut ditopang oleh nilai ekspor yang jauh lebih tinggi dibandingkan impor selama periode tersebut.
Kepala BPS Sulawesi Utara Watekhi mengatakan nilai ekspor Sulut pada Juni 2026 mencapai 110,26 juta dolar AS, sedangkan nilai impornya tercatat sebesar 22,70 juta dolar AS.
"Nilai ekspor Sulut pada Juni 2026 mencapai 110,26 juta dolar AS, sedangkan impor mencapai 22,70 juta dolar AS, sehingga mengalami surplus sebesar 87,56 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Watekhi di Manado, Sulut, Selasa 4 Agustus 2026.
Surplus Semester I Capai 540,19 Juta Dolar AS
BPS juga mencatat kinerja perdagangan Sulawesi Utara sepanjang semester pertama 2026 tetap berada di zona positif.
Selama periode Januari hingga Juni 2026, neraca perdagangan Sulut membukukan surplus sebesar 540,19 juta dolar AS.
Pada periode tersebut, nilai ekspor mencapai 641,50 juta dolar AS atau meningkat 10,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, nilai impor tercatat sebesar 101,31 juta dolar AS atau naik 33,83 persen dibandingkan Januari-Juni 2025.
Lemak dan Minyak Nabati Masih Dominasi Ekspor
Komoditas lemak dan minyak hewani maupun nabati (HS 15) masih menjadi penyumbang terbesar ekspor Sulawesi Utara.
Nilai ekspor komoditas tersebut selama Januari-Juni 2026 mencapai 464,69 juta dolar AS atau tumbuh 11,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, komoditas impor terbesar masih didominasi bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai 62,65 juta dolar AS. Nilai impor komoditas tersebut meningkat 9,54 persen dibandingkan semester pertama 2025.
Amerika Serikat Jadi Tujuan Ekspor Terbesar
BPS mencatat Amerika Serikat menjadi pasar ekspor terbesar Sulawesi Utara sepanjang Januari hingga Juni 2026.