Ekspor Sulut Tumbuh 3,32 Persen, Tapi Surplus Perdagangan Terus Menyusut

Ekspor Sulut Tumbuh 3,32 Persen, Tapi Surplus Perdagangan Terus Menyusut

Kegiatan bongkat muat di pelabuhan-Pelindo Petikemas) (ho)-

MANADO – Kinerja perdagangan luar negeri Sulawesi Utara masih mencatatkan tren positif sepanjang Januari hingga Juli 2026. Nilai ekspor daerah tersebut mencapai US$738,01 juta, tumbuh 3,32 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar US$714,30 juta.

Namun, pertumbuhan secara kumulatif tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi ekspor bulanan. Pada Juli 2026, ekspor Sulut justru anjlok 29,17 persen secara tahunan.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, nilai ekspor Juli 2026 hanya mencapai US$96,51 juta. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan Juli 2025 yang mencapai US$136,26 juta.

Minyak dan Lemak Jadi Penopang Ekspor

Kenaikan ekspor secara kumulatif hingga Juli terutama ditopang kelompok komoditas lemak dan minyak hewani atau nabati yang masuk dalam HS-15.

Nilai ekspor kelompok komoditas tersebut meningkat dari US$513,99 juta pada Januari-Juli 2025 menjadi US$533,35 juta pada periode yang sama 2026.

Kenaikan juga terjadi pada kelompok olahan daging, ikan, krustasea dan moluska atau HS-16. Nilai ekspornya naik dari US$38,36 juta menjadi US$49,03 juta.

Sebaliknya, ekspor kelompok ikan, krustasea dan moluska atau HS-03 relatif melemah. Nilainya turun tipis dari US$54,34 juta menjadi US$54,07 juta.

Impor Melonjak, Kapal Naik Ribuan Persen

Di tengah pertumbuhan ekspor, impor Sulawesi Utara justru mengalami lonjakan lebih tinggi.

Pada Juli 2026, nilai impor mencapai US$33,33 juta atau meningkat 62,69 persen dibandingkan Juli 2025 yang tercatat US$20,49 juta.

Jika dihitung sepanjang Januari-Juli 2026, total impor Sulut mencapai US$134,64 juta. Angka ini naik 39,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$96,19 juta.

Impor Sulut masih didominasi bahan bakar mineral atau HS-27, kapal, perahu dan struktur terapung atau HS-89, serta pulp dari kayu atau HS-47.

BPS mencatat impor bahan bakar mineral naik 14,76 persen menjadi US$84,92 juta.

Sumber: