MANADO - Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor J Mailangkay menegaskan bahwa keberhasilan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di wilayah Sulut tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Menurutnya, dibutuhkan kerja sama lintas sektor agar program tersebut berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam keterangannya di Manado, Sabtu, Victor menyampaikan bahwa persoalan kependudukan dan pembangunan keluarga memerlukan keterlibatan berbagai elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.
"Keberhasilan program Bangga Kencana sangat tergantung pada kekuatan sinergi lintas sektor, tidak ada satupun institusi yang dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan kependudukan dan pembangunan keluarga," kata dia di Manado, Sabtu 3 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program Bangga Kencana membutuhkan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, tenaga lapangan, kader, hingga partisipasi masyarakat.
Victor juga mengajak seluruh pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan kota untuk memberikan dukungan konkret melalui kebijakan perencanaan serta pengalokasian anggaran.
"Saya mengajak seluruh pemerintah kabupaten kota untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Bangga Kencana melalui kebijakan perencanaan dan penganggaran daerah," katanya.
Menurutnya, komitmen bersama menjadi kunci agar program Bangga Kencana dapat masuk sebagai prioritas pembangunan di setiap daerah. Dengan dukungan yang konsisten, berbagai persoalan keluarga dan kependudukan dapat ditangani lebih optimal.
Ia turut memberikan apresiasi kepada organisasi profesi dan para mitra kerja yang selama ini terlibat dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.
"Kami juga mengapresiasi peran mitra kerja organisasi profesi serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program ini. Ke depan kolaborasi ini harus terus diperkuat dan diperluas," kata dia.
Victor menambahkan bahwa seluruh pihak memiliki tanggung jawab dalam menyiapkan generasi masa depan yang lebih berkualitas. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya dedikasi dan kebersamaan dalam menjalankan berbagai program pembangunan keluarga.
"Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan wajah Sulawesi Utara di masa yang akan datang. Karena itu marilah kita bekerja dengan penuh dedikasi, integritas, dan semangat kebersamaan," ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan KB Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, prevalensi stunting di daerah tersebut saat ini berada di angka 20,6 persen. Selain itu, total fertility rate (TFR) tercatat sebesar 2,04, sementara angka kelahiran remaja usia 15–19 tahun mencapai 33,2 per 1.000 perempuan. *