DISWAY.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sulawesi Utara. Dalam beberapa hari ke depan, beberapa daerah diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Peringatan ini ditujukan agar masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.
Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan cuaca ekstrem hingga 17 Maret 2026.
"BMKG menghimbau masyarakat, pemerintah kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara agar meningkatkan kewaspadaan. BMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan cuaca ekstrem hingga 17 Maret 2026," ujar Dhira Utama, di Manado, Minggu 15 Maret 2026.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kesiapsiagaan serta meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi dampak cuaca buruk.
Langkah tersebut penting dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
Wilayah yang memiliki topografi curam, berbukit, atau berada di sekitar tebing dan daerah rawan longsor maupun banjir diminta untuk lebih waspada terhadap kemungkinan dampak cuaca ekstrem.
Dhira juga mengingatkan masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca yang disampaikan BMKG, mengingat kondisi atmosfer dapat berubah dengan cepat.
Ia menjelaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini menunjukkan adanya beberapa fenomena yang berpotensi meningkatkan aktivitas pembentukan awan hujan di wilayah Sulawesi Utara.
Fenomena tersebut antara lain aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang sedang aktif secara spasial, gelombang low frequency, gelombang Kelvin, serta gelombang Equatorial Rossby yang terdeteksi di kawasan tersebut.
Kondisi tersebut dapat memicu peningkatan aktivitas konvektif yang berpengaruh terhadap pembentukan awan hujan secara signifikan.
Selain itu, nilai indeks Southern Oscillation Index (SOI) yang positif di wilayah Sulawesi Utara juga memicu peningkatan kecepatan angin di daerah pesisir yang diiringi dengan turunnya hujan.
Kombinasi berbagai fenomena atmosfer tersebut diperkirakan meningkatkan intensitas curah hujan serta kecepatan angin di sejumlah wilayah di provinsi tersebut.
Akibatnya, beberapa daerah diprediksi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
BMKG mencatat ada sembilan kabupaten dan kota di Sulawesi Utara yang berpotensi terdampak kondisi cuaca tersebut.