BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan Sulawesi Utara
Cuaca ilstrasi-ANTARA-
DISWAY.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat, khususnya pelaku aktivitas laut, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Sulawesi Utara.
Peringatan dini tersebut dikeluarkan menyusul prakiraan kondisi laut yang berpotensi memunculkan gelombang cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Maritim Bitung, Ricky D Aror mengatakan, peringatan dini gelombang tinggi berlaku hingga 19 Maret 2026.
"BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 19 Maret 2026," kata Ricky D Aror di Manado, Minggu 15 Maret 2026.
Ia menjelaskan, gelombang dengan ketinggian antara 2,5 meter hingga empat meter diperkirakan terjadi di beberapa wilayah perairan, terutama di perairan Kabupaten Kepulauan Talaud dan Laut Maluku.
Selain itu, wilayah lain di sekitar Sulawesi Utara juga berpotensi mengalami gelombang dengan kategori sedang. Tinggi gelombang di kawasan tersebut diperkirakan berada pada kisaran 1,25 meter hingga empat meter.
Potensi gelombang sedang tersebut diprediksi terjadi di perairan utara Provinsi Sulawesi Utara serta perairan selatan wilayah tersebut.
Tidak hanya itu, gelombang yang bisa mencapai ketinggian hingga 2,5 meter juga berpeluang terjadi di sejumlah perairan lainnya, seperti di wilayah Kabupaten Minahasa Utara, perairan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), serta perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Ricky menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh perlambatan kecepatan angin yang bergerak dari arah utara Sulawesi. Fenomena tersebut memicu terjadinya konvergensi yang kemudian berkontribusi terhadap pertumbuhan awan di kawasan tersebut.
Secara umum, angin di wilayah perairan Sulawesi Utara bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan berkisar antara 8 hingga 20 knot.
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi gelombang tinggi dapat berdampak terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal dengan ukuran kecil hingga menengah.
Oleh karena itu, para nelayan maupun operator kapal diimbau untuk memperhatikan kondisi cuaca dan tinggi gelombang sebelum melakukan aktivitas di laut.
Dia berharap, warga mewaspadai risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran, misalkan perahu nelayan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
Selain itu, kapal tongkang juga perlu memperhatikan kondisi angin yang melebihi 16 knot dengan tinggi gelombang lebih dari 1,5 meter.
Sumber: