DISWAY.ID - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Sulawesi Utara meningkatkan pengawasan terhadap distribusi logistik di jalur udara dan laut. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus barang menjelang periode mudik.
Kepala Balai Karantina Sulawesi Utara, Badan Karantina Indonesia (Barantin), Agus Mugiyanto, menegaskan petugas telah disiagakan di sejumlah titik strategis.
"Petugas kami siaga pengawasan di Bandara Sam Ratulangi, Pelabuhan Manado, Pelabuhan Bitung, Pelabuhan Tahuna, Pelabuhan Siau, hingga Pelabuhan Melonguane,” katanya di Manado, Senin 23 Februari 2026.
Ia menjelaskan, selain memantau distribusi logistik reguler, pihaknya juga mengantisipasi peningkatan barang bawaan penumpang kapal laut seiring dimulainya pergerakan mudik lebih awal.
Menurut Agus, petugas karantina di lapangan secara konsisten melakukan pemeriksaan berlapis terhadap setiap komoditas yang masuk maupun keluar wilayah. Pengawasan ini dinilai krusial untuk mencegah masuknya penyakit lintas wilayah yang dapat mengancam sumber daya alam hayati, terutama saat mobilitas barang diprediksi mencapai puncaknya pada arus mudik.
"Lonjakan lalu lintas komoditas di pelabuhan dan bandara tidak boleh melonggarkan standar biosekuriti," ujarnya.
Balai Karantina Sulut memastikan seluruh komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang dilalulintaskan telah melalui prosedur pemeriksaan ketat. Upaya tersebut dilakukan demi menjaga keamanan pangan nasional.
"Hal ini menjadi prioritas utama Karantina Sulawesi Utara dalam memberikan pelindungan maksimal bagi masyarakat serta mendukung kelancaran distribusi pangan yang aman, sehat, dan bermutu tinggi di seluruh wilayah," ujarnya.
Agus menambahkan, berdasarkan tren tahunan, periode Ramadhan hingga Idul Fitri selalu diiringi peningkatan volume dan frekuensi pengiriman bahan pangan. Data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology) pada Ramadhan 2025 menunjukkan adanya kenaikan signifikan.
Pengiriman telur tercatat mencapai 746 ton dari rata-rata bulanan 592 ton atau naik 26,01 persen. Dari sisi frekuensi, terjadi peningkatan menjadi 770 kali pengiriman dibanding bulan biasa sebanyak 470 kali atau melonjak 63,83 persen.
Sementara itu, komoditas daging sapi tercatat sebesar 14,78 ton dari rata-rata 13,82 ton atau meningkat 6,94 persen. Frekuensi pengirimannya juga naik dari 27 kali menjadi 43 kali atau bertambah 59,26 persen.
Dengan tren tersebut, Karantina Sulut memastikan pengawasan tetap diperketat agar distribusi pangan berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek keamanan hayati. *