DISWAY.ID, Manado– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Maritim Bitung memprakirakan potensi banjir rob di sejumlah kawasan pesisir Sulawesi Utara dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung, Aqil Ihsan, menjelaskan bahwa fenomena astronomi menjadi salah satu pemicu peningkatan ketinggian muka air laut.
"Adanya fenomena fase bulan baru pada tanggal 17 Februari 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir rob berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Sulawesi Utara," kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung Aqil Ihsan di Manado, Rabu.
Ia menuturkan, banjir rob umumnya berdampak pada aktivitas masyarakat di kawasan pesisir dan pelabuhan. Sejumlah kegiatan yang berpotensi terganggu antara lain aktivitas bongkar muat di pelabuhan, kegiatan warga di permukiman pesisir, hingga operasional tambak garam dan perikanan darat.
"Masyarakat diimbau selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," ujarnya.
BMKG memperkirakan potensi banjir rob berlangsung mulai 15 Februari hingga 24 Februari 2026, dengan periode waktu berbeda di setiap wilayah.
Beberapa daerah yang berpotensi terdampak antara lain pesisir Kabupaten Kepulauan Talaud pada 16–22 Februari 2026, pesisir Kabupaten Kepulauan Sangihe pada 15–24 Februari 2026, serta pesisir Kabupaten Kepulauan Sitaro pada 16–22 Februari 2026.
Selain itu, potensi banjir rob juga diprediksi terjadi di pesisir Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan Kabupaten Bolaang Mongondow pada 15–24 Februari 2026, pesisir Minahasa Selatan pada periode yang sama, serta wilayah pesisir Tombariri dan Mandolang di Kabupaten Minahasa pada 15–24 Februari 2026.
Wilayah lainnya yang masuk dalam prakiraan yakni pesisir Kota Manado pada 15–24 Februari 2026, pesisir Kabupaten Minahasa Utara pada 15–23 Februari 2026, serta pesisir Kota Bitung dan Kema di Kabupaten Minahasa Utara pada 17–18 Februari 2026.
BMKG mengingatkan warga yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir agar terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim guna meminimalkan risiko yang ditimbulkan akibat pasang maksimum air laut. *