DISWAY.ID - Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, mengajak masyarakat menjaga semangat kebangsaan dalam Peringatan 80 Tahun Peristiwa Merah Putih yang digelar di Manado, Sabtu. Ia menekankan agar nilai patriotisme yang diwariskan para pejuang tidak luntur oleh waktu.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menegaskan makna historis pengibaran bendera di wilayah paling utara Indonesia tersebut. “Merah Putih di tanah paling utara nusantara ini dikibarkan dengan jiwa dan air mata," kata Gubernur Yulius di Manado, Sabtu.
Menurutnya, delapan puluh tahun Peristiwa Merah Putih menjadi penanda keteguhan masyarakat Sulawesi Utara dalam mempertahankan kedaulatan. Ia menyebut momentum tersebut sebagai simbol daya juang yang tak pernah padam di Bumi Nyiur Melambai.
Gubernur mengingatkan bahwa peristiwa heroik di Tangsi Militer Teling merupakan babak penting dalam sejarah perlawanan rakyat Sulawesi Utara terhadap penjajahan. Peristiwa itu bahkan disebutnya sebagai proklamasi kedua bagi daerah tersebut.
“Peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menegakkan kembali harga diri, keberanian, dan semangat juang para pahlawan,” tegas Gubernur.
Ia juga mengenang para tokoh yang terlibat dalam Peristiwa Merah Putih, yang dengan keberanian menurunkan bendera penjajah dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih sebagai lambang kemenangan dan kedaulatan bangsa.
Tema yang diusung tahun ini, “Bhakti Kami Demi Pertiwi, dari Sulut untuk Nusantara”, disebut sebagai refleksi komitmen daerah dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rangkaian kegiatan peringatan tahun 2026 turut diisi berbagai agenda, mulai dari Merah Putih Panahan Sulut Open, pementasan drama kolosal bertema sejarah, hingga pembagian bunga dan cokelat kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dimaknai sebagai simbol perjuangan yang dilandasi cinta tanah air serta nilai kemanusiaan.
Pada momen tersebut, Gubernur Yulius juga memberikan tiga arahan utama. Ia meminta penguatan literasi sejarah di tengah masyarakat, peningkatan sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan warga, serta mendorong transformasi semangat juang untuk menghadapi tantangan modern seperti kemiskinan dan potensi perpecahan. *