BI Sulut Optimistis Ekonomi Daerah Makin Tangguh dan Berdaya Saing pada 2026

Kamis 29-01-2026,12:10 WIB
Reporter : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

DISWAY.ID - Bank Indonesia menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga dan memperkuat laju pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara ke depan. Dengan fondasi ekonomi yang dinilai cukup solid, Sulut diproyeksikan mampu tumbuh lebih mandiri dan kompetitif pada 2026.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara Joko Supratikto menyebutkan, kinerja ekonomi daerah yang berada di atas rata-rata nasional menjadi modal penting untuk mencapai target pertumbuhan yang telah ditetapkan.

"Dengan kondisi ekonomi Sulut yang berada di atas angka nasional, optimistis target pertumbuhan perekonomian bisa tercapai," kata Joko dalam kegiatan nonton bareng Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 di Manado, Rabu 28 Januari 2026.

Ia memaparkan, perekonomian Sulawesi Utara pada Triwulan III 2025 mencatat pertumbuhan sebesar 5,39 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional, dengan penopang utama berasal dari sektor pertanian, perdagangan, transportasi, serta konstruksi.

Tak hanya itu, penguatan ekspor ke luar negeri dan peningkatan konsumsi rumah tangga turut berkontribusi terhadap kinerja positif ekonomi daerah. Meski secara triwulanan terdapat perlambatan musiman, Joko menegaskan kinerja ekonomi secara kumulatif masih menunjukkan tren yang sehat.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada 2026. Kepala Biro Ekonomi Pemprov Sulut Reza Dotulong menyebut, pemerintah daerah membidik pertumbuhan ekonomi di kisaran 6 hingga 7 persen.

"Terus perkuat kolaborasi dalam membangun ekonomi daerah," kata Reza.

Ia menjelaskan, upaya mencapai target tersebut akan difokuskan pada penguatan sumber daya manusia, pengembangan sektor agrobisnis, serta pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Ketiga sektor ini dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi Sulut yang tangguh dan mandiri.

Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat sektor unggulan daerah, mendorong peningkatan nilai tambah ekspor, serta memperkokoh peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Sulawesi Utara.

 

Menurut Reza, langkah strategis lainnya mencakup pengendalian inflasi, optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan KEK Pariwisata Likupang sebagai proyek prioritas, serta penguatan ekonomi digital seiring perkembangan teknologi di Sulut. *

Tags :
Kategori :

Terkait