Polda Sulut Bongkar Peredaran Liquid Vape Diduga Narkotika di Kawasan Megamas Manado
Polda Sulut Bongkar Peredaran Liquid Vape Diduga Narkotika di Kawasan Megamas Manado-DOK Polda Sulut-
DISWAY.ID - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Utara membongkar dugaan peredaran cairan vape atau liquid yang disinyalir mengandung narkotika di wilayah Kota Manado. Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan maraknya peredaran liquid berbahaya.
Operasi tangkap tangan dilakukan pada Sabtu 24 Januari dini hari sekitar pukul 01.00 WITA di kawasan Megamas, Manado. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial KL (37), yang diketahui merupakan warga Jakarta Utara.
"Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait maraknya peredaran liquid berbahaya," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut Kombes Pol Arie Fadlani, Rabu.
Ia menjelaskan, pengungkapan kasus ini dilakukan setelah tim melakukan penyelidikan mendalam berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat. Setelah posisi target berhasil dipetakan, petugas langsung bergerak dan mengamankan tersangka di lokasi.
Dari hasil pemeriksaan awal, KL mengaku bahwa cairan liquid tersebut dikirim dari wilayah Tangerang melalui sebuah perusahaan jasa ekspedisi. Pengiriman dilakukan oleh seorang perempuan yang disebut berinisial L.
Liquid vape tersebut diketahui memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Satu botol cairan tersebut dibanderol dengan harga sekitar Rp 2.000.000.
Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu botol cairan liquid yang diduga mengandung narkotika, satu cartridge berisi cairan serupa, serta satu unit telepon genggam milik tersangka.
Kepada penyidik, tersangka juga mengakui bahwa cairan tersebut mengandung bahan berbahaya sejenis narkotika yang dapat menimbulkan efek euforia atau rasa senang berlebihan bagi penggunanya.
Saat ini, KL beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Utara untuk menjalani proses pemeriksaan lanjutan.
"Kami tengah melakukan uji laboratorium forensik (Labfor) untuk memastikan kandungan kimia di dalam cairan tersebut. Selain itu, tim juga sedang melakukan pengembangan untuk mengejar pemasok utama yang berada di luar daerah," ungkapnya. *
Sumber: