DISWAY.ID- Lima personel TNI Angkatan Laut dari Lanal Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, kini harus menjalani proses hukum setelah terlibat kasus pengeroyokan terhadap seorang warga di area pelabuhan setempat. Kelimanya telah diamankan oleh Detasemen Polisi Militer TNI Angkatan Laut untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Komandan Koarmada (Dankodaeral) VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi menegaskan bahwa institusinya tidak memberi ruang bagi pelanggaran hukum yang dilakukan prajurit.
"TNI AL tidak mentoleransi segala bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan oleh prajurit. Aparat gabungan TNI–Polri telah bertindak cepat mengamankan situasi di lokasi kejadian," kata Dery di Manado, Sabtu 24 Januari 2026.
Ia menjelaskan, para oknum yang terlibat langsung dalam insiden tersebut sudah berada dalam pengamanan Detasemen Polisi Militer TNI AL dan akan menjalani pemeriksaan secara intensif hingga diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Menurut Dery, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis 22 Januari sekitar pukul 23.30 WITA di Pelabuhan Umum Melonguane. Insiden itu melibatkan lima anggota TNI AL dengan seorang warga setempat dan dipicu oleh kesalahpahaman.
Situasi semakin memburuk karena adanya dugaan pengaruh minuman beralkohol, yang kemudian berujung pada korban mengalami luka-luka serta kondisi di sekitar lokasi sempat tidak kondusif.
Atas kejadian tersebut, Dankodaeral VIII menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Melonguane atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Ia juga menegaskan bahwa kasus ini menjadi bahan evaluasi serius dalam pembinaan dan pengawasan personel.
TNI AL, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat disiplin, profesionalisme, serta sikap humanis prajurit dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
"Saat ini situasi di Melonguane telah kembali kondusif," ujarnya.
Dery menambahkan, Komandan Lanal Melonguane telah mengambil langkah lanjutan dengan menyerahkan bantuan pengobatan serta tali asih kepada korban. Selain itu, pihak Lanal juga melakukan koordinasi dan mediasi dengan pemerintah daerah serta tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud tetap tenang dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban wilayah, seraya memastikan proses hukum dilaksanakan secara transparan dan profesional," ajaknya.