Kronologi Oknum TNI Keroyok Guru di Talaud, Warga Marah dan Serang Mako Lanal

Kronologi Oknum TNI Keroyok Guru di Talaud, Warga Marah dan Serang Mako Lanal

tangkapan layar video warga ngamuk dan serang markas TNI AL--

DISWAY.ID - Kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan oknum prajurit TNI AL terhadap seorang guru SMK berinisial BS menggegerkan Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Peristiwa tersebut berujung pada aksi protes warga yang memanas hingga terjadi kericuhan di Markas Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Mako Lanal) Melonguane.

Peristiwa bermula saat BS tengah memancing ikan di Pelabuhan Umum Melonguane, Kamis 22 Januari sekitar pukul 23.30 Wita. Dalam situasi tersebut, korban diduga dikeroyok oleh lima oknum anggota TNI AL yang berada di lokasi. Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka.

Komandan Koarmada (Dankodaeral) VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi karena adanya kesalahpahaman antara kedua pihak.

"Benar telah terjadi kesalahpahaman yang melibatkan lima oknum anggota TNI AL dari Lanal Melonguane dengan salah satu warga setempat," katanya kepada wartawan.

Sementara itu, tokoh adat Talaud, Godfried, mengungkapkan bahwa sebelum insiden terjadi, korban sedang memancing bersama sejumlah rekannya. Menurut dia, korban merasa terganggu oleh perilaku beberapa anggota Lanal yang diduga dalam kondisi mabuk dan berteriak-teriak di sekitar pelabuhan.

Karena merasa aktivitas memancingnya terganggu, korban kemudian menegur oknum TNI AL tersebut. Namun, teguran itu justru memicu emosi para pelaku.

"Tak terima ditegur anggota TNI AL bersama teman-temannya langsung mengeroyok korban sampai babak belur," ucap Godfried.

Ia juga menambahkan bahwa dalam kejadian tersebut, korban sempat dilempar ke laut oleh para pelaku.

"Adalagi korban yang dilempar oleh oknum pengeroyok ke laut. Korban tidak tahu berenang, syukur warga segera menyelamatkan," tambahnya.

Kabar pengeroyokan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu kemarahan warga. Pada Jumat 23 Januari, massa dari aliansi masyarakat adat mendatangi Mako Lanal Melonguane untuk menyampaikan protes. Aksi tersebut kemudian berubah ricuh dan berujung pada perusakan sejumlah fasilitas markas.

"Saya juga kaget karena tiba-tiba sudah ada gelombang massa. Di sana kami ingin meminta keadilan," kata Godfried.

Massa yang berusaha memasuki area markas terlibat aksi saling dorong dengan prajurit TNI AL. Sejumlah fasilitas kantor dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari pagar hingga kanopi.

Terkait kondisi korban, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi menyampaikan bahwa BS sempat dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Ia memastikan pihak TNI AL telah memberikan bantuan pengobatan kepada korban.

Selain itu, Dery juga menyampaikan permintaan maaf atas tindakan yang dilakukan oleh oknum anggotanya. Ia menegaskan bahwa kelima prajurit TNI AL yang terlibat akan diproses secara tegas sesuai ketentuan hukum.

 

"Oknum anggota TNI AL yang terlibat langsung telah diamankan oleh Detasemen Polisi Militer TNI Angkatan Laut untuk menjalani pemeriksaan intensif dan diproses sesuai hukum yang berlaku," pungkas Dery. *

Sumber: