sulut.disway.id - Middle insomnia adalah gangguan tidur yang membuat seseorang terbangun di tengah malam dan sulit kembali tidur. Berbeda dengan kesulitan tidur di awal malam atau terbangun terlalu pagi, middle insomnia terjadi setelah seseorang tertidur normal pada awal malam, namun mengalami gangguan tidur di tengah malam.
Ciri-ciri Middle Insomnia
Orang dengan middle insomnia biasanya menunjukkan gejala seperti:
-
Terbangun beberapa jam setelah mulai tidur, sering antara pukul 2–4 pagi.
-
Sulit kembali tidur meskipun merasa mengantuk.
-
Rasa lelah, mudah marah, dan kesulitan berkonsentrasi keesokan harinya.
-
Terbangun beberapa kali dalam seminggu atau hampir setiap malam.
Penelitian menunjukkan bahwa gangguan tidur ini berdampak pada kesehatan mental dan fisik. Studi dalam Journal of Clinical Sleep Medicine menyebutkan bahwa insomnia tengah malam berkaitan dengan peningkatan risiko depresi, gangguan kardiovaskular, dan penurunan fungsi kognitif.
Penyebab Middle Insomnia
Penyebab middle insomnia cukup beragam, meliputi:
-
Stres atau kecemasan yang membuat otak tetap aktif di malam hari.
-
Nyeri kronis atau kondisi medis tertentu, seperti gangguan tiroid dan sleep apnea.
-
Konsumsi kafein, alkohol, atau obat-obatan tertentu yang memengaruhi siklus tidur.
-
Perubahan ritme sirkadian akibat pekerjaan shift, jet lag, atau kebiasaan tidur yang tidak teratur.
Cara Mengatasi Middle Insomnia
Beberapa strategi efektif untuk mengatasi middle insomnia meliputi:
-
Menjaga sleep hygiene, seperti tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari serta membuat kamar tidur nyaman, gelap, dan sejuk.
-
Menghindari kafein atau alkohol menjelang tidur.
-
Teknik relaksasi, meditasi, atau pernapasan dalam untuk menenangkan pikiran sebelum tidur.
-
Terapi perilaku kognitif untuk insomnia (CBT-I) yang terbukti efektif memperbaiki pola tidur.
-
Obat tidur hanya digunakan jika diresepkan dokter dan untuk jangka pendek.
Middle insomnia bukan sekadar “terbangun di malam hari”. Kondisi ini menjadi indikator bahwa tubuh atau pikiran mengalami ketidakseimbangan yang memengaruhi kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan. Penanganan yang tepat dapat membantu tidur nyenyak kembali dan meningkatkan kualitas hidup.
Kesimpulan
Middle insomnia adalah gangguan tidur yang umum dan berulang di tengah malam, sering kali terkait dengan stres, kondisi medis, atau pola hidup yang tidak teratur. Dampaknya melampaui rasa lelah; gangguan ini juga memengaruhi kesehatan mental dan fisik. Dengan perbaikan pola tidur, teknik relaksasi, dan terapi perilaku, kualitas tidur dapat meningkat sehingga energi dan konsentrasi di siang hari kembali optimal.
Referensi
-
Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia – Journal of Clinical Sleep Medicine