Efek Darah Tinggi yang Kerap Diremehkan Banyak Orang

Minggu 11-01-2026,18:00 WIB
Reporter : Makruf
Editor : Makruf

sulut.disway.id - Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering dianggap sebagai kondisi yang umum dan tidak berbahaya oleh banyak orang. Padahal, efek darah tinggi yang berlangsung lama bisa menimbulkan kerusakan serius pada organ tubuh, bahkan jika gejalanya tidak langsung terasa. Tekanan darah tinggi terjadi ketika kekuatan darah terhadap dinding arteri meningkat secara konsisten, dan kondisi ini dikenal sebagai "silent killer" karena jarang menimbulkan tanda yang jelas pada tahap awal.

Dampak pada Jantung dan Pembuluh Darah

Salah satu efek darah tinggi yang paling signifikan adalah kerusakan pada jantung. Tekanan yang meningkat memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah, sehingga lama-kelamaan otot jantung dapat menebal atau melemah. Kondisi ini meningkatkan risiko gagal jantung, serangan jantung, dan aritmia. Sebuah studi yang diterbitkan di Journal of the American College of Cardiology menyebutkan bahwa hipertensi jangka panjang berkontribusi terhadap peningkatan hipertrofi ventrikel kiri, sebuah faktor risiko utama penyakit kardiovaskular.

Selain jantung, hipertensi juga merusak pembuluh darah. Dinding arteri dapat menjadi kaku dan rapuh, memudahkan terbentuknya plak yang menyumbat aliran darah. Proses ini dapat menyebabkan aterosklerosis, yang meningkatkan kemungkinan stroke atau serangan jantung. Menariknya, banyak orang yang baru menyadari adanya kerusakan ini ketika sudah terjadi komplikasi serius.

Gangguan pada Ginjal

Efek darah tinggi tidak hanya terbatas pada jantung dan pembuluh darah, tetapi juga sangat berpengaruh pada ginjal. Ginjal memiliki jaringan pembuluh darah kecil yang sangat sensitif terhadap tekanan darah tinggi. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat merusak glomeruli, unit penyaring ginjal, sehingga fungsi ginjal menurun. Data dari National Kidney Foundation menunjukkan bahwa sekitar 25% pasien dengan gagal ginjal kronis memiliki riwayat hipertensi yang tidak terkontrol. Kerusakan ginjal ini kadang tidak menunjukkan gejala awal, sehingga penderita sering terlambat mendapatkan pengobatan yang tepat.

Risiko pada Otak dan Sistem Saraf

Selain organ tubuh vital lainnya, otak juga terdampak oleh efek darah tinggi. Hipertensi meningkatkan risiko stroke iskemik maupun hemoragik. Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di otak, menyebabkan kebocoran atau pecahnya pembuluh darah yang memicu stroke. Selain itu, hipertensi kronis berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif dan demensia. Sebuah penelitian dalam journal Hypertension menemukan bahwa tekanan darah tinggi sejak usia paruh baya meningkatkan risiko gangguan memori dan kemampuan berpikir pada usia lanjut.

Gangguan Penglihatan

Efek darah tinggi sering diremehkan pada mata, padahal hipertensi bisa menyebabkan retinopati hipertensif. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah di retina mengalami kerusakan akibat tekanan darah yang tinggi. Gejala awal seringkali tidak terasa, namun jika tidak ditangani dapat berujung pada gangguan penglihatan permanen. Menurut American Academy of Ophthalmology, hipertensi kronis dapat menyebabkan perdarahan retina dan pembengkakan saraf optik yang signifikan.

Kesadaran dan Pencegahan

Mengingat efek darah tinggi yang sering diremehkan, penting bagi setiap orang untuk rutin memeriksa tekanan darah, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga hipertensi atau faktor risiko lain seperti obesitas, pola makan tinggi garam, dan kurang aktivitas fisik. Pengelolaan gaya hidup, seperti mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, dan mengelola stres, terbukti efektif menurunkan tekanan darah. Selain itu, penggunaan obat antihipertensi yang diresepkan dokter secara teratur dapat mencegah kerusakan organ jangka panjang.

Kesimpulannya, efek darah tinggi yang kerap diremehkan dapat menyerang berbagai organ vital tanpa menimbulkan gejala awal yang jelas. Hipertensi tidak hanya meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal, tetapi juga memengaruhi fungsi otak dan penglihatan. Oleh karena itu, deteksi dini, pengelolaan gaya hidup sehat, dan pemantauan rutin tekanan darah menjadi kunci penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Referensi

 

  1. Hypertension and Cardiovascular Risk – Journal of the American College of Cardiology

  2. Chronic Kidney Disease and Hypertension – National Kidney Foundation

  3. Hypertension and Cognitive Decline – Hypertension Journal

  4. Hypertensive Retinopathy – American Academy of Ophthalmology

  5. Silent Killer: The Hidden Dangers of High Blood Pressure – Mayo Clinic

Tags :
Kategori :

Terkait