Pilihan Jamu Tradisional untuk Mendukung Kenyamanan Menstruasi

Senin 08-12-2025,15:00 WIB
Reporter : Makruf
Editor : Makruf

finnews.id - Menstruasi sering menimbulkan keluhan seperti kram, nyeri perut, dan perubahan suasana hati yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Banyak perempuan mencari solusi alami, dan jamu tradisional menjadi salah satu pilihan yang populer. Artikel ini membahas jamu tradisional yang dapat membantu mengurangi nyeri dan gangguan selama menstruasi berdasarkan penelitian ilmiah dan tradisi di Indonesia.

Penyebab Utama Keluhan Menstruasi

Kram dan nyeri menstruasi terjadi karena kontraksi rahim yang dipicu oleh prostaglandin, hormon yang mengatur aliran menstruasi. Selain itu, stres, kurang tidur, pola makan tidak seimbang, dan kondisi kesehatan tertentu seperti PCOS dapat memperparah keluhan. Mengetahui penyebabnya penting agar pemilihan jamu lebih tepat sasaran.

Jamu Tradisional yang Disarankan

1. Jahe untuk Mengurangi Kram

Jahe (Zingiber officinale) telah digunakan selama ratusan tahun untuk meredakan kram menstruasi. Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa konsumsi jahe secara rutin dapat mengurangi intensitas nyeri haid. Rebus jahe segar dengan air panas dan minum 1–2 kali sehari sebelum menstruasi untuk mendapatkan manfaatnya.

2. Kombinasi Temulawak dan Kunyit

Temulawak dan kunyit memiliki kandungan anti-inflamasi yang membantu meredakan rasa nyeri dan ketegangan di perut bagian bawah. Penelitian lokal mencatat bahwa minuman herbal berbasis kedua bahan ini efektif dalam mendukung kenyamanan menstruasi. Cara konsumsi: rebus temulawak dan kunyit segar, tambahkan madu sesuai selera, dan minum hangat.

3. Kayu Manis untuk Sensasi Hangat

Kayu manis bersifat menghangatkan tubuh dan dipercaya membantu mengurangi ketidaknyamanan selama menstruasi, terutama pada wanita dengan siklus tidak teratur. Minum teh kayu manis atau campurkan dengan madu beberapa hari sebelum menstruasi bisa memberi efek relaksasi dan hangat.

4. Kunyit Asam untuk Dukungan Nyeri Haid

Kunyit asam adalah jamu tradisional yang sering digunakan di Indonesia untuk menenangkan perut dan mengurangi nyeri haid. Analisis ilmiah menunjukkan bahwa kunyit asam dapat mempengaruhi jalur biologis yang berkaitan dengan kram menstruasi. Cara konsumsi: rebus kunyit dengan asam jawa, minum hangat satu kali sehari.

5. Daun Sirih sebagai Pendukung Tradisional

Daun sirih (Piper betle) banyak digunakan secara tradisional untuk menenangkan sistem reproduksi dan mengurangi ketidaknyamanan haid. Penelitian etnobotani di Kalimantan Barat mencatat penggunaannya sebagai ramuan pengatur siklus menstruasi. Cara konsumsi: rebus daun sirih beberapa lembar, saring, dan minum air rebusan 1–2 kali sehari.

Tips Menggunakan Jamu Secara Aman

  • Konsumsi jamu beberapa hari sebelum dan selama menstruasi sesuai kebutuhan.

  • Jangan melebihi takaran yang dianjurkan.

  • Padukan dengan pola hidup sehat: cukup tidur, makan bergizi, dan olahraga ringan.

  • Jika keluhan haid tetap parah, segera konsultasikan dengan tenaga medis profesional.

Kesimpulan

Jamu tradisional seperti jahe, temulawak-kunyit, kayu manis, kunyit asam, dan daun sirih dapat menjadi alternatif alami untuk mengurangi nyeri dan gangguan menstruasi. Penelitian ilmiah di Indonesia maupun internasional mendukung manfaatnya dalam mendukung kenyamanan haid, meskipun bukti untuk mempercepat datangnya haid yang telat masih terbatas. Dengan konsumsi yang tepat, jamu ini bisa membuat menstruasi lebih nyaman dan membantu mengurangi gangguan aktivitas sehari-hari.

Referensi

  • “Uji Toksisitas dan Fitokimia Jamu Pelancar Menstruasi Berbahan Dasar Jahe” – EJurnal UKI

  • “Efek Minuman Herbal Temulawak dan Jahe Terhadap Nyeri Haid (Dismenore)” – EJurnal SEAN Institute

  • “Target Protein Prediction dari Jamu Kunyit Asam untuk Mengurangi Nyeri Haid” – Journal UII

  • “The Effects of Cinnamon on Menstrual Disorders: A Review” – PMC National Library of Medicine

  • “Tumbuhan Tradisional yang Digunakan Sebagai Pengatur Menstruasi dan Pereda Nyeri di Indonesia” – SMUJO Biodiversity

Tags :
Kategori :

Terkait