7 Dampak Tak Terduga dari Kebiasaan Mager Terlalu Lama

Minggu 28-12-2025,04:20 WIB
Reporter : Makruf
Editor : Makruf

sulut.disway.id - Kebiasaan mager atau malas bergerak sering dianggap santai, tapi ternyata memberi dampak serius bagi tubuh dan pikiran. Dari suasana hati hingga fungsi organ, efek negatif mager muncul perlahan. Berikut tujuh dampak yang mungkin tidak kamu sadari dan cara mengatasinya.

1. Mood Bisa Turun

Duduk lama atau rebahan terus-menerus dapat membuat suasana hati menurun. Penelitian menunjukkan bahwa durasi duduk yang panjang berkaitan dengan gangguan kesehatan mental, terutama selama lockdown Covid-19. Aktivitas sedentari seperti menonton TV atau bermain game bisa memicu kecemasan karena merangsang sistem saraf pusat dan mengganggu tidur. Olahraga singkat, bahkan beberapa menit saja, bisa meningkatkan mood dan menurunkan risiko depresi.

2. Risiko Kanker Meningkat

Mager terlalu lama meningkatkan risiko beberapa jenis kanker. Studi menunjukkan sekitar 30–40 persen kasus kanker bisa dicegah dengan menambah aktivitas fisik. Duduk terlalu lama biasanya berkaitan dengan penumpukan lemak tubuh, yang memicu peradangan kronis dan produksi hormon yang mendorong pertumbuhan sel berlebih, sehingga meningkatkan kemungkinan sel kanker terbentuk.

3. Memori Bisa Menurun

Otak juga terdampak kebiasaan mager. Studi terhadap hampir 50.000 orang dewasa menemukan semakin lama seseorang duduk, semakin tinggi risiko gangguan memori dan demensia. Fenomena ini terlihat jelas saat durasi duduk melebihi 10 jam sehari. Menyelingi aktivitas duduk dengan bergerak secara rutin membantu menjaga kesehatan otak.

4. Gula Darah Bisa Naik

Duduk terlalu lama bisa memengaruhi metabolisme gula darah. Penelitian 2020 menunjukkan bahwa mengurangi waktu duduk dan rutin bergerak membantu mengatur gula darah, terutama bagi yang berisiko diabetes tipe 2. Bahkan orang dengan berat badan normal bisa mengalami kenaikan gula darah jika terlalu mager. Aktivitas ringan seperti berjalan sebentar atau naik-turun tangga sudah cukup membantu.

5. Kehidupan Seksual Terpengaruh

Kebiasaan mager dapat menambah lemak perut yang berdampak pada fungsi seksual pria. Pria dengan lingkar pinggang besar lebih berisiko mengalami disfungsi ereksi. Selain itu, penelitian menunjukkan pria yang menonton TV lebih dari lima jam sehari memiliki konsentrasi sperma lebih rendah. Menjaga aktivitas fisik dan berat badan ideal membantu kesehatan seksual tetap optimal.

6. Tidur Kurang Nyenyak

Olahraga terbukti meningkatkan kualitas tidur. Orang yang rutin berolahraga sekitar 150 menit per minggu tidur lebih nyenyak dan jarang terbangun di malam hari. Sebaliknya, mereka yang mager lebih sering mengalami gangguan tidur. Aktivitas fisik membuat tubuh lelah secara sehat dan menjaga siklus tidur tetap teratur.

7. Nyeri Punggung Bisa Memburuk

Duduk lama memberi tekanan pada tulang belakang, meningkatkan risiko nyeri punggung. Studi menunjukkan duduk empat jam atau lebih dapat memicu degenerasi diskus. Mengubah posisi setiap 15 menit dan melakukan peregangan ringan terbukti mencegah tekanan berlebihan dan nyeri kronis.

Cara Memulai Bergerak dari Mager

Tidak perlu waktu lama untuk mengurangi kebiasaan mager. Aktivitas ringan seperti berjalan di rumah, naik-turun tangga, atau latihan singkat sudah cukup. Panduan aktivitas fisik merekomendasikan 150 menit aktivitas moderat per minggu dengan dua hari latihan kekuatan. Dengan rutin melakukannya, tubuh dan pikiran akan mendapatkan manfaat signifikan tanpa mengorbankan banyak waktu.

Referensi:

 

  1. Ritchey, C., Benton, E. (2023). 7 Surprising Ways You Wreck Your Body When You Don’t Get Off Your Butt. Men’s Health.

  2. National Cancer Institute. Chronic Inflammation and Cancer Risk.

  3. JAMA. Sedentary Behavior and Dementia Risk.

  4. Centers for Disease Control and Prevention. Prediabetes and Physical Activity.

  5. Harvard Health Publishing. Waist Size and Erectile Dysfunction Risk.

Tags :
Kategori :

Terkait