Gunung Karangetang Meletus Tiga Kali, Lava Pijar Meluncur hingga 1 Kilometer

Gunung Karangetang Meletus Tiga Kali, Lava Pijar Meluncur hingga 1 Kilometer

Gunung Karangetang-Dok Pos PGA Karangetang-

MANADO - Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, mengalami tiga kali letusan dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000–1.100 meter. Selain aktivitas letusan, guguran lava pijar juga terpantau meluncur hingga sejauh 1 kilometer ke sejumlah sektor di sekitar gunung api tersebut.

Personel Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang, Muhamad Fadlan Rasyidin Bina, mengatakan letusan berasal dari kawah utara dengan kolom asap berwarna kelabu.

"Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang menyebutkan telah terjadi tiga kali letusan dari kawah utara setinggi 1.000-1.100 meter dengan warna asap kelabu," kata Muhamad Fadlan Rasyidin Bina di Manado, Senin 26 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan pengamatan pada Minggu, 25 Oktober, letusan pertama terjadi pukul 23.04 WITA. Dua letusan berikutnya tercatat pada pukul 01.24 WITA dan 03.20 WITA.

Aktivitas gunung api tersebut juga ditandai dengan guguran lava pijar yang meluncur sejauh 200 hingga 1.000 meter. Material lava bergerak ke arah selatan, barat daya, barat, dan barat laut.

Di sektor selatan, jarak luncur guguran lava pijar tercatat sekitar 200–700 meter. Sementara itu, guguran ke arah barat dan barat daya mencapai 700–1.000 meter, dengan arah luncuran menuju Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, dan Kali Kiawang.

Adapun di sektor barat laut, guguran lava pijar mengarah ke Kali Batuare, Kali Batukole, dan Kali Malrbuhe dengan jarak luncur sekitar 500–700 meter.

Pengamatan melalui kamera CCTV pada malam hari juga memperlihatkan sinar api dari kawah selatan dengan ketinggian sekitar 5–30 meter. Sementara itu, sinar api di kawah utara terpantau mencapai 50–100 meter.

Aktivitas Kegempaan Meningkat

Selain letusan dan guguran lava pijar, instrumen Pos PGA Karangetang merekam berbagai jenis aktivitas kegempaan selama periode pengamatan.

Tercatat tiga kali gempa letusan, 86 kali gempa guguran, dan 133 kali gempa embusan. Petugas juga merekam 30 kali gempa tremor non-harmonik, 56 kali gempa tremor harmonik, empat kali gempa hybrid atau fase banyak, tujuh kali gempa vulkanik dangkal, lima kali gempa vulkanik dalam, serta lima kali gempa tektonik jauh.

Suara gemuruh dan dentuman juga terdengar hingga ke Pos PGA Karangetang, menandakan aktivitas vulkanik masih berlangsung.

Warga Diminta Menjauhi Zona Bahaya

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menetapkan status Gunung Karangetang pada Level II atau Waspada. Masyarakat dan wisatawan diminta mematuhi rekomendasi keselamatan serta tidak mendekati kawasan yang berpotensi terdampak aktivitas gunung api.

Warga dilarang melakukan pendakian maupun aktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari puncak kawah dua atau kawah utara dan kawah utama atau kawah selatan. Pembatasan juga berlaku pada area perluasan sektoral sejauh 2,5 kilometer ke arah selatan dan barat daya.

Masyarakat diminta mewaspadai kemungkinan guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Tumpukan material lava sebelumnya masih berada dalam kondisi tidak stabil sehingga berpotensi runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya.

Sumber: