Lava Pijar Gunung Karangetang Meluncur 1 Kilometer ke Arah Kali Sumpihi
Gunung Karangetang di Pulau Siau meletus -BPBD Kepulauan Sitaro-
MANADO - Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik. Lava pijar yang dimuntahkan dari kawah gunung api tersebut meluncur hingga sekitar 1.000 meter ke arah Kali Sumpihi.
Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Yudia P Tatipang mengatakan, guguran lava pijar tersebut mengarah ke kawasan yang menjadi batas antara Kampung Kinali dan Kampung Hiung, Kecamatan Siau Barat Utara.
"Jarak luncuran lava tersebut diperkirakan mencapai 1.000 meter," kata Yudia di Manado, Kamis 13 Agustus 2026.
Yudia mengatakan jarak luncuran lava saat ini masih berada jauh di bawah batas Kawasan Rawan Bencana yang mencapai 4,5 kilometer. Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Karangetang.
"Memang hingga sekarang ini jarak luncuran lava baru sekitar 1.000 meter. Sementara Kawasan Rawan Bencana jaraknya 4,5 kilometer. Meski jauh dari permukiman, tapi harus diwaspadai," ujar Yudia.
Aktivitas Gunung Karangetang
Berdasarkan laporan pengamatan pada 12 Agustus 2026 hingga pukul 24.00 WITA, secara visual terlihat asap kawah bertekanan lemah hingga sedang. Asap berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan mencapai ketinggian 25-50 meter di atas puncak kawah.
Pada kawah utara juga teramati asap putih tipis hingga sedang dengan ketinggian sekitar 25-50 meter. Sementara sinar api terpantau mencapai ketinggian sekitar 10-25 meter.
Suara gemuruh lemah hingga agak kuat juga cukup sering terdengar. Aktivitas tersebut terkadang disertai hembusan asap putih keabuan dengan intensitas tipis hingga tebal setinggi sekitar 25-150 meter yang bergerak condong ke arah utara-timur laut.
Selain itu, guguran lava pijar dari puncak kawah utara teramati mengarah ke selatan-barat daya atau menuju Kali Sumpihi dengan jarak luncuran sekitar 1.000 meter.
Ratusan Gempa Terekam
Aktivitas kegempaan Gunung Karangetang juga masih terekam selama periode pengamatan tersebut.
Tercatat dua kali gempa guguran, 134 kali gempa embusan, empat kali tremor non-harmonik, 66 kali tremor harmonik, sembilan kali gempa hibrid atau fase banyak, satu kali gempa vulkanik dangkal, satu kali gempa vulkanik dalam, dua kali gempa tektonik lokal, dan empat kali gempa tektonik jauh.
Hingga saat ini, status Gunung Karangetang masih berada pada Level II atau Waspada.
Sumber: