Kemenag Sulut Ingatkan ASN Waspada Kebakaran saat Musim Kemarau
Ilustrasi musim kemarau dan kekeringan -AI-
MANADO - Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang dipicu cuaca ekstrem pada musim kemarau.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sulut Ulyas Taha usai mengikuti kegiatan kerja bakti di lingkungan Kantor Kanwil Kemenag Sulut, Kamis 6 Agustus 2026.
"Para pegawai juga memperhatikan aspek keselamatan sebagaimana diimbau dalam surat pemberitahuan, yakni meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di musim kemarau," kata Ulyas Taha.
Ia mengingatkan seluruh pegawai agar tidak membakar sampah, baik saat pelaksanaan kerja bakti maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Menurutnya, langkah sederhana tersebut penting untuk mencegah terjadinya kebakaran di tengah kondisi cuaca yang kering.
Ulyas juga menegaskan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi budaya di kalangan ASN Kemenag Sulut sehingga dapat menjadi teladan bagi masyarakat.
Kegiatan kerja bakti tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kepada seluruh instansi vertikal, BUMN, dan BUMD dalam rangka mendukung Gerakan Indonesia Asri. Program itu mengacu pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri dan Surat Edaran Gubernur Sulawesi Utara.
Kerja bakti dimulai pukul 08.00 WITA dengan membersihkan halaman kantor, lingkungan sekitar, jalan protokol di depan kantor, serta melakukan penataan dan pemeliharaan fasilitas umum sesuai kondisi masing-masing instansi.
Seluruh pegawai, tanpa memandang jabatan, terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka bergotong royong menyapu halaman, memangkas rumput, membersihkan saluran air, mengumpulkan sampah, hingga menata taman dan lingkungan kerja.
Menurut Ulyas, lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan tertata akan menciptakan kenyamanan bagi pegawai sekaligus masyarakat yang datang untuk memperoleh pelayanan.
Ia menilai kerja bakti bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang disiplin, peduli terhadap lingkungan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
"Budaya bersih harus menjadi karakter setiap ASN. Lingkungan yang nyaman akan menghadirkan semangat bekerja yang lebih baik sekaligus memberikan kesan positif kepada masyarakat yang dilayani," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kemenag Sulut Basri Saenong mengajak seluruh ASN menjadikan kepedulian terhadap kebersihan sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan hanya saat kegiatan kerja bakti berlangsung.
Menurut Basri, lingkungan kantor yang bersih dan terawat mencerminkan profesionalisme aparatur negara dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Kanwil Kemenag Sulut berharap dapat mendukung Gerakan Indonesia Asri sekaligus memperkuat semangat gotong royong, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, hijau, sehat, dan nyaman. *
Sumber: