Program Bedah Rumah Sulut Capai 10.800 Unit, Naik 1.346 Persen
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus--
MANADO — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatat realisasi program bedah rumah telah mencapai 10.800 unit hingga 30 September 2026.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus mengatakan program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat agar memenuhi standar hunian yang lebih layak dan sehat.
"Program bedah rumah ini adalah bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian agar lebih layak, sehat dan nyaman ditempati," kata Gubernur Yulius Selvanus di Manado, Selasa.
Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulut, pemerintah kabupaten dan kota, sektor perbankan, pelaku usaha, serta masyarakat.
Realisasi program disampaikan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan 10.800 Unit Program Bedah Rumah, yang juga membahas sejumlah program perumahan lainnya. Di antaranya Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), penanganan kawasan kumuh, peningkatan sanitasi, Kredit program perumahan (KPP), serta pembangunan rumah susun.
Naik Signifikan Dibanding 2025
Yulius menyebut capaian program bedah rumah pada 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2025, jumlah rumah yang mendapatkan program bedah rumah tercatat sebanyak 747 unit. Sementara hingga 30 September 2026, jumlahnya telah mencapai 10.800 unit.
Dengan demikian, realisasi program pada 2026 meningkat sekitar 1.346 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Setiap penerima program mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk mendukung proses perbaikan rumah.
"Setiap rumah penerima memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta per unit untuk mendukung kebutuhan perbaikan rumah, sehingga masyarakat dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman," ujar Gubernur.
Libatkan Puluhan Ribu Tenaga Kerja
Program bedah rumah tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Pelaksanaannya juga dinilai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di daerah.
Pemerintah memperkirakan sekitar 21.600 tenaga kerja lokal terlibat dalam pengerjaan program tersebut.
Keterlibatan tenaga kerja lokal membuat aktivitas pembangunan rumah turut membuka kesempatan kerja sekaligus mendorong perputaran ekonomi di tengah masyarakat.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang lebih layak sekaligus mendorong pembangunan sektor perumahan di Sulawesi Utara. *
Sumber: