BPS Sulut Kerahkan 2.041 Petugas untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara, Watekhi, membawakan sambutan pada pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Sulawesi Utara. ANTARA/Karel A Polakitan (ho)--
MANADO - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara mengerahkan sebanyak 2.041 petugas sementara untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang saat ini sedang berlangsung di wilayah tersebut. Ribuan petugas itu menjadi ujung tombak dalam proses pendataan pelaku usaha di lapangan.
Kepala BPS Provinsi Sulawesi Utara Watekhi mengatakan seluruh petugas telah dipersiapkan untuk menjalankan tugas sensus yang menjadi agenda nasional tersebut.
"BPS telah mempersiapkan sumber daya manusia yang akan menjadi ujung tombak pelaksanaan di lapangan. Saat ini terdapat sebanyak 2.041 orang petugas sensus yang sementara melaksanakan pendataan Sensus Ekonomi 2026," kata Watekhi pada acara pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Sulawesi Utara di Manado, Selasa 30 Juni 2026.
Menurut Watekhi, BPS juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan pelaksanaan sensus berjalan lancar. Upaya tersebut dilakukan melalui audiensi, komunikasi, koordinasi, hingga diplomasi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat.
"Kami melakukan komunikasi, koordinasi dan diplomasi dengan gubernur dan jajarannya, bupati atau wali kota, ketua DPRD, instansi vertikal, asosiasi usaha, dunia usaha, akademisi, media massa hingga berbagai mitra strategis," ujar Watekhi.
Ia menjelaskan, langkah tersebut membuahkan dukungan luas dari berbagai pihak. Hingga kini, BPS telah mengantongi 259 bentuk dukungan dari para pemangku kepentingan sebagai bagian dari sinergi untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
Selain dukungan tersebut, BPS juga memperoleh kesempatan untuk melakukan sosialisasi di berbagai forum yang difasilitasi oleh sejumlah instansi dan mitra. Kegiatan itu dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelaku usaha, mengenai pentingnya sensus ekonomi.
"Hingga saat ini telah terlaksana sebanyak 218 kegiatan sosialisasi dengan jumlah peserta mencapai 33.687 orang," katanya menjelaskan.
Watekhi menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara turut memberikan dukungan penuh melalui penerbitan surat kepada seluruh kepala daerah agar mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Menurutnya, berbagai bentuk dukungan tersebut menjadi dorongan positif sekaligus penyemangat bagi jajaran BPS dalam menjalankan amanah pendataan ekonomi di Sulawesi Utara.
BPS Sulawesi Utara juga menjalankan program Ngibar atau mengisi bareng sebagai salah satu strategi mempercepat pengumpulan data. Dalam program tersebut, pelaku usaha mengisi kuesioner Sensus Ekonomi 2026 secara mandiri dengan pendampingan petugas BPS dan dukungan para pemangku kepentingan.
"Kami juga melaksanakan mengisi bersama atau ngibar. Ngibar adalah pengisian kuesioner Sensus Ekonomi 2006 secara mandiri oleh pelaku usaha dengan pendampingan petugas BPS yang didukung para pemangku kepentingan," ujarnya.
Hingga saat ini, sebanyak 111 kegiatan Ngibar telah dilaksanakan dengan melibatkan 1.693 pelaku usaha di Sulawesi Utara. Program tersebut masih akan terus berlangsung sepanjang Juli 2026 agar seluruh pelaku usaha dapat menyampaikan data yang akurat dan berkualitas.
Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Utara dihadiri jajaran BPS RI, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Direktur Utara LKBN Antara Benny Siga Butarbutar, para bupati dan wakil bupati, unsur Forkopimda, pejabat eselon, serta tamu undangan lainnya. *
Sumber: