Kemenag Sulut: Pesantren Cetak Generasi Berkarakter dan Siap Berprestasi

Kemenag Sulut: Pesantren Cetak Generasi Berkarakter dan Siap Berprestasi

Kegiatan literasi digital dan pemahaman AI di salah satu pondok pesantren di Cirebon, Jawa Barat. ANTARA/HO-Pemkab Cirebon.--

MANADO - Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara menegaskan peran penting pesantren dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan penamatan santri Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) Darul Istiqamah di Manado.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Utara Ulyas Taha menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam proses pendidikan dan pembinaan santri hingga berhasil menuntaskan masa belajar mereka.

"Kami mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendidik dan membina para santri hingga berhasil menyelesaikan pendidikannya," kata Ulyas.

Menurutnya, menempuh pendidikan di pesantren merupakan sebuah keistimewaan karena para santri tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, dan pemahaman nilai-nilai keagamaan yang kuat sebagai bekal kehidupan.

Senada dengan itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara Basri Saenong mengatakan lingkungan pesantren memiliki banyak keunggulan dalam membentuk kepribadian peserta didik.

"Anak-anak yang tumbuh dan belajar di lingkungan pesantren memiliki bekal ilmu agama, kedisiplinan, kemandirian, serta akhlak yang menjadi fondasi penting dalam menjalani kehidupan," katanya.

Basri menilai pendidikan pesantren memberikan kontribusi nyata dalam pembentukan karakter dan moral peserta didik. Menurutnya, terdapat perbedaan yang cukup jelas antara mereka yang memperoleh pendidikan berbasis pesantren dan yang tidak, terutama dalam aspek nilai-nilai kehidupan.

Ia juga mendorong para lulusan untuk terus melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama berada di lingkungan pesantren.

Lebih lanjut, Basri menekankan bahwa santri masa kini harus mampu menunjukkan kualitas diri melalui berbagai prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

“Santri harus berprestasi, tunjukkan bahwa lulusan pesantren mampu bersaing dan unggul dalam bidang akademik maupun non akademik. Jadilah generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.

Menurut Basri, santri tidak cukup hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga dituntut untuk mampu berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara melalui kemampuan, prestasi, serta sikap yang positif.

Ia berharap para lulusan pesantren dapat menjadi teladan di lingkungan masing-masing serta mengamalkan ilmu yang telah diperoleh untuk memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. *

Sumber: