Kemenag: Hilal Tidak Terlihat di Sulut
Pemantauan hilal (dok Kemenag)--
DISWAY.ID - Hasil pemantauan hilal di wilayah Sulawesi Utara menunjukkan belum terlihatnya tanda awal bulan Syawal. Pengamatan dilakukan oleh tim dari Kantor Wilayah Kementerian Agama setempat bersama sejumlah unsur terkait.
Kepala Kanwil Kemenag Sulut Ulyas Taha menyampaikan bahwa proses rukyatul hilal telah dilakukan, namun tidak membuahkan hasil.
"Rukyatul Hilal untuk penentuan awal 1 Syawal 1447 Hijriah di Sulut tidak berhasil terlihat," kata Ulyas, usai proses pemantauan di atas Rooftop MTC Manado bersama berbagai unsur terkait, di Manado, Kamis 19 Maret 2026.
Ia menjelaskan, tim telah melakukan pengamatan dengan durasi sekitar delapan menit, tetapi hilal tetap tidak tampak di langit wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil itu, Pengadilan Agama setempat menetapkan bahwa hilal tidak berhasil dirukyah di wilayah Sulawesi Utara.
"Keputusan ini kemudian akan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia," ujar Ulyas, .
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pada tahun ini terdapat perbedaan penetapan awal Ramadan antara pemerintah dan organisasi keagamaan.
Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sementara pemerintah menetapkannya pada Kamis, 19 Februari 2026. Perbedaan juga terjadi dalam penentuan awal Syawal.
Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Utara Masrur Mustamat mengajak umat Islam untuk menyikapi perbedaan dengan bijak.
"Perbedaan ini tidak seharusnya mengurangi ukhuwah Islamiyah, melainkan menjadi ruang untuk saling menghormati dalam keberagaman," kata Masrur. *
Sumber: