Aktivitas Gunung Karangetang Masih Tinggi, Ratusan Gempa Vulkanik Terekam
Gunung Karangetang-Dok Pos PGA Karangetang-
MANADO - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat aktivitas kegempaan Gunung Karangetang masih cukup tinggi selama periode pemantauan 16 hingga 30 April 2026.
Pelaksana Tugas Badan Geologi Lana Saria mengatakan selama periode tersebut pihaknya merekam 111 kali gempa embusan dari Gunung Karangetang.
"Terekam juga sebanyak delapan kali gempa tremor nonharmonik, dua kali gempa tornillo, tiga kali gempa hybrid/fase banyak, 50 kali gempa vulkanik dangkal, 27 kali gempa vulkanik dalam, 28 kali gempa tektonik lokal, satu kali gempa terasa pada skala I MMI dan 189 kali gempa tektonik jauh," kata Lana dalam laporan yang diterima di Manado, Senin 18 Mei 2026.
Berdasarkan hasil evaluasi visual, aktivitas di kawah utama bagian selatan belum menunjukkan adanya guguran lava maupun erupsi efusif. Meski demikian, asap kawah terpantau mencapai ketinggian hingga 400 meter di atas puncak gunung dan suara gemuruh sesekali terdengar dari pos pengamatan.
Sementara itu, pada kawah utara terlihat asap putih dengan intensitas sedang hingga tebal yang juga mencapai sekitar 400 meter di atas puncak. Petugas turut mengamati sinar api pada kolom asap dengan tinggi maksimal sekitar 30 meter.
Suara gemuruh dari kawah utara juga masih terdengar, meski dalam intensitas lemah hingga sedang. Namun selama masa pengamatan, belum ditemukan adanya aliran lava dari aktivitas erupsi efusif.
Lana menjelaskan aktivitas kegempaan gunung mengalami penurunan dibanding pekan sebelumnya. Meski begitu, intensitas gempa embusan masih tergolong tinggi sehingga masyarakat diminta tetap waspada.
Ia mengingatkan potensi munculnya awan panas guguran akibat runtuhnya kubah lava lama yang masih berada di area puncak gunung.
Ia mengatakan pentingnya mewaspadai adanya awan panas guguran di mana kubah lava lama masih ada di puncak yang sewaktu-waktu dapat runtuh bersamaan dengan keluarnya lava.
Menurutnya, awan panas guguran di Gunung Karangetang umumnya berasal dari material lava yang longsor atau gugur dari bagian puncak.
Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai kemungkinan luncuran lava dari kawah utara ke arah barat daya hingga selatan, termasuk ancaman lahar saat hujan deras mengguyur kawasan puncak.
Berdasarkan hasil evaluasi hingga 30 April 2026, status aktivitas Gunung Karangetang masih berada pada Level II atau Waspada.
Pemerintah pun mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat dan wisatawan. Warga, pengunjung, maupun pendaki dilarang mendekati radius 1,5 kilometer dari kawah utama di bagian selatan dan kawah dua di bagian utara. Sementara untuk sektor barat daya dan selatan kawah utama, area terlarang diperluas hingga radius 2,5 kilometer.
Warga di sekitar gunung juga diminta menyiapkan masker untuk mengantisipasi gangguan pernapasan jika sewaktu-waktu terjadi hujan abu vulkanik.
Sumber: