BRI Manado Siapkan Rp750 Miliar untuk Kebutuhan Tunai Selama Lebaran 2026

BRI Manado Siapkan Rp750 Miliar untuk Kebutuhan Tunai Selama Lebaran 2026

ILUSTRASI BRI--

 

DISWAY.ID - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Regional Office (RO) Manado memastikan kesiapan layanan perbankan jelang libur Lebaran 2026 dengan menyiapkan dana tunai dalam jumlah besar. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan transaksi masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) selama periode Idul Fitri.

Kesiapan tersebut mencakup distribusi dana tunai ke berbagai kanal layanan, termasuk jaringan ATM yang tersebar di wilayah kerja BRI Manado. Upaya ini diharapkan mampu menjaga kelancaran transaksi masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi saat libur panjang.

"Memastikan kelancaran transaksi masyarakat selama periode Lebaran, BRI Regional Manado menyiapkan kebutuhan kas sebesar Rp750 miliar yang dialokasikan pada 1.049 unit ATM di wilayah kerja," kata Regional Bisnis Support BRI Region 16 Manado Johan Arief melalui keterangan tertulis di Manado, Rabu.

Selain memastikan ketersediaan uang tunai, BRI juga memperkuat layanan perbankan lainnya. Johan menyebut pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan optimal melalui kesiapan jaringan ATM serta penguatan layanan digital untuk mendukung kebutuhan nasabah.

Di sisi lain, perluasan jaringan Agen BRILink turut dilakukan guna mempermudah akses transaksi masyarakat selama periode Idul Fitri 1447 Hijriah. Tak hanya itu, layanan kas terbatas juga akan dibuka, khususnya untuk mendukung operasional SPBU dan penagihan kredit.

"Kami harap nasabah dan masyarakat tidak perlu khawatir, karena kesiapan dana tunai di semua ATM akan terpantau selama libur Lebaran," katanya.

BRI juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kejahatan digital yang meningkat selama periode libur. nasabah diminta menjaga keamanan rekening pribadi, terutama terhadap file mencurigakan dari sumber tidak dikenal, seperti lampiran berbentuk APK.

Menurut Johan, langkah deteksi dini terhadap ancaman menjadi hal penting guna mencegah terjadinya akses tidak sah terhadap data nasabah. *

 
 

Sumber: