Hizbullah Klaim Gagalkan Pergerakan Pasukan Israel di Selatan Lebanon

Hizbullah Klaim Gagalkan Pergerakan Pasukan Israel di Selatan Lebanon

Ilustrasi perang AS dan israel vs Iran--

DISWAY.ID  – Kelompok Hizbullah menyatakan berhasil menggagalkan upaya militer Israel yang mencoba memperluas pergerakan pasukan di wilayah selatan Lebanon. Pernyataan tersebut disampaikan Hizbullah pada Selasa (10 Maret 2026) terkait bentrokan yang terjadi di dekat Kota Al-Khiyam.

Menurut keterangan kelompok tersebut, pertempuran terjadi pada dini hari ketika pasukan Israel berusaha maju ke area pinggiran kota yang berada di kawasan penjara. Hizbullah mengklaim para pejuangnya mampu menahan laju pasukan lawan dalam bentrokan yang berlangsung sengit.

“Pada pukul 02.30 waktu setempat atau 00.30 GMT (pukul 07:30 WIB), Selasa, 10 Maret 2026, para pejuang Perlawanan Islam menggagalkan upaya pasukan Israel untuk maju di pinggiran selatan Kota Al-Khiyam, di kawasan penjara,” demikian isi pernyataan tersebut.

Dua Tank Merkava Disebut Dihantam

Dalam pernyataannya, Hizbullah juga mengklaim telah menyerang kendaraan tempur Israel yang terlibat dalam operasi tersebut. Dua unit tank tempur Merkava dilaporkan menjadi sasaran serangan para pejuang kelompok tersebut.

Hizbullah menyatakan para pejuang gerakan tersebut berhasil menghajar telak dua buah tank tempur Merkava, dengan salah satunya dilaporkan terbakar.

Kelompok tersebut menambahkan bahwa serangan tidak berhenti sampai di situ. Saat militer Israel berupaya melakukan evakuasi terhadap kendaraan tempur yang rusak, serangan lanjutan kembali terjadi.

Menurut kelompok itu, ketika militer Israel berupaya mengevakuasi kedua tank tersebut, para pejuang Hizbullah kembali menyerang tim evakuasi di tengah bentrokan sengit dengan unit pasukan yang bergerak maju.

Klaim Serangan Tambahan di Perbatasan

Hizbullah juga melaporkan adanya sejumlah operasi lain yang dilakukan pada hari yang sama. Serangan tersebut disebut menargetkan konsentrasi pasukan serta peralatan militer Israel yang berada di sepanjang wilayah perbatasan selatan Lebanon.

Sebelumnya pada hari yang sama, Hizbullah juga melaporkan tujuh operasi gabungan tambahan yang menargetkan konsentrasi pasukan dan peralatan militer Israel di sepanjang perbatasan selatan melalui serangan presisi.

Lebanon Buka Peluang De-eskalasi

Di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut, pemerintah Lebanon disebut membuka kemungkinan untuk melakukan langkah diplomatik guna meredakan konflik.

Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan kesiapan untuk mengadakan pembicaraan dengan pihak Israel dengan tujuan menurunkan eskalasi konflik.

Adapun Kantor Berita NNA Lebanon pada Senin (9/3) melaporkan bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun siap mengelar pembicaraan dengan kepemimpinan Israel untuk mencapai de-eskalasi konflik antar keduanya.

Pernyataan tersebut disampaikan presiden saat bertemu dengan sejumlah duta besar negara Eropa di Beirut.

Pernyataan itu disampaikan presiden saat bertemu duta besar Norwegia, Swedia, dan Denmark di Beirut. Presiden memastikan kesiapan penuh Lebanon untuk melanjutkan negosiasi dan membahas masalah keamanan yang diperlukan untuk menghentikan serangan Israel, demikian menurut laporan tersebut.

Sumber: