Aktivitas Gunung Soputan Didominasi Gempa Tektonik Jauh, Status Tetap Waspada

Aktivitas Gunung Soputan Didominasi Gempa Tektonik Jauh, Status Tetap Waspada

--

DISWAY.ID, Manado- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan hasil evaluasi aktivitas Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, untuk periode 16–31 Januari 2026. Dalam rentang waktu tersebut, aktivitas kegempaan tercatat masih didominasi oleh gempa tektonik jauh.

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Geologi, Lana Saria, mengungkapkan berdasarkan data seismograf yang terekam selama periode pengamatan, terdapat berbagai jenis gempa yang terjadi di gunung api tersebut.

"Seismograf merekam sebanyak tujuh kali gempa vulkanik dangkal, empat kali gempa vulkanik dalam, dua kali gempa tektonik lokal, dan 117 kali gempa tektonik jauh," kata Pelaksana Tugas (Plt) Badan Geologi Lana Saria dalam laporannya. 

Secara visual, pengamatan di lapangan menunjukkan belum terlihat adanya guguran material dari puncak. Selain itu, tinggi asap kawah rata-rata juga tidak dapat teramati dari puncak gunung. Dari sisi instrumental, pola aktivitas kegempaan masih menunjukkan dominasi gempa tektonik.

Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, tingkat aktivitas kegempaan pada akhir Januari 2026 dinilai relatif tidak mengalami perubahan berarti. Baik gempa vulkanik maupun gempa tektonik tercatat dalam jumlah yang kurang lebih sama seperti periode sebelumnya.

Meski demikian, Lana menjelaskan bahwa peningkatan gempa tektonik yang terjadi tidak diiringi dengan pergerakan magma menuju permukaan. Pemantauan deformasi tubuh gunung api juga tidak menunjukkan adanya perubahan signifikan.

"Perlu diwaspadai potensi bahaya aktivitas Gunung Soputan saat ini berupa lontaran dan aliran/guguran lava maupun piroklastik, seiring dengan terjadinya peningkatan gempa tektonik pada akhir Januari 2026," ucapnya.

Ia menambahkan, apabila terjadi erupsi, maka potensi bahaya lanjutan berupa lahar bisa muncul di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di Gunung Soputan.

"Rekomendasi berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 31 Januari 2026, tingkat aktivitas Gunung Soputan tetap pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini," kata Lana Saria.

Seiring dengan status Level II (Waspada) yang masih diberlakukan, masyarakat maupun wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari puncak. Selain itu, terdapat pembatasan sektoral sejauh 2,5 kilometer dari puncak ke arah lereng barat hingga barat laut.

Warga yang tinggal di sekitar Gunung Soputan juga diminta untuk selalu menyiapkan masker penutup hidung dan mulut sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi hujan abu akibat erupsi. *

Sumber: