Badan Geologi Waspadai Potensi Erupsi Eksplosif Gunung Awu, Status Tetap Level II
Gunung Awu-DOK Badan Geologi-
DISWAY.ID - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengingatkan potensi ancaman aktivitas vulkanik Gunung Awu yang berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Ancaman tersebut mencakup kemungkinan terjadinya erupsi magmatik eksplosif yang berisiko tinggi terhadap keselamatan masyarakat di sekitar gunung api.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa karakter erupsi Gunung Awu dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari letusan eksplosif hingga aliran lava dan erupsi yang didominasi uap serta gas vulkanik.
"Erupsi magmatik eksplosif dapat menghasilkan lontaran material pijar dan/atau aliran piroklastik, erupsi magmatik efusif yang menghasilkan aliran lava, maupun erupsi freatik yang didominasi uap, gas gunung api maupun material erupsi sebelumnya," kata Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam laporan aktivitas Gunung Awu yang diterima di Manado, Selasa.
Dalam laporan aktivitas Gunung Awu periode 16–31 Desember 2025, Badan Geologi juga mencatat adanya potensi pembongkaran kubah lava apabila terjadi peningkatan tekanan yang signifikan di dalam sistem magmatik gunung tersebut.
Selain ancaman letusan, potensi bahaya lainnya adalah hembusan gas vulkanik. Gas tersebut dapat membahayakan jiwa manusia apabila terhirup dalam konsentrasi yang melebihi ambang batas aman.
Dari hasil pemantauan kegempaan, aktivitas seismik Gunung Awu selama periode laporan didominasi oleh gempa vulkanik dangkal serta gempa tektonik jauh. Tercatat sebanyak 204 kejadian gempa vulkanik dangkal dengan rata-rata 12 kejadian per hari.
Selain itu, terekam enam kali gempa vulkanik dalam, tiga kali gempa tektonik lokal, dua kali gempa yang dirasakan dengan intensitas I–II skala MMI, serta 288 kali gempa tektonik jauh. Jumlah gempa vulkanik dangkal yang masih berada di atas kondisi normal mengindikasikan bahwa proses magmatik dan akumulasi tekanan masih terus berlangsung di kedalaman dangkal.
Kondisi tersebut berpotensi memicu terjadinya retakan batuan atau pelepasan tekanan di dekat permukaan, sehingga memerlukan kewaspadaan yang lebih tinggi.
Hasil pengamatan visual dan instrumental juga menunjukkan bahwa aktivitas magmatik di Gunung Awu masih berlangsung secara aktif. Meski kegempaan bersifat fluktuatif, tingginya jumlah gempa vulkanik dangkal menandakan bahwa aktivitas magma masih cukup intens dan berpotensi berkembang.
Berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap data visual, instrumental, serta potensi ancaman bahaya, tingkat aktivitas Gunung Awu hingga 31 Desember 2025 tetap ditetapkan pada Level II atau Waspada.
Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat dan wisatawan tidak memasuki serta tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah Gunung Awu.
Masyarakat juga diimbau untuk mematuhi seluruh rekomendasi resmi yang dikeluarkan melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
Selain itu, warga diminta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar atau tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait aktivitas Gunung Awu, serta selalu mengikuti arahan dari instansi berwenang.
Sumber: