Heboh! 94 Jemaat GMS Manado Diduga Keracunan Makanan

Heboh! 94 Jemaat GMS Manado Diduga Keracunan Makanan

94 Jemaat Gereja Mawar Sharon Manado Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan Makanan (Dok Kapolsek Malalayang) --

DISWAY.ID - Sebanyak 94 jemaat Gereja Mawar Sharon (GMS) di Kota Manado, Sulawesi Utara, harus mendapatkan penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan makanan. 

Para jemaat dilaporkan merasakan keluhan serupa, mulai dari pusing, mual, hingga muntah-muntah usai mengikuti rangkaian kegiatan gereja.

Kepolisian mencatat puluhan jemaat tersebut menjalani perawatan dan observasi di sejumlah rumah sakit di Manado. Informasi ini disampaikan Kasi Humas Polresta Manado, Iptu Agus Haryono.

"Tercatat sekitar 94 orang jemaat menjalani perawatan dan observasi di sejumlah rumah sakit," ujar Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono dalam keterangannya, Minggu 18 Januari 2026.

Peristiwa tersebut terjadi di Gereja Mawar Sharon yang berlokasi di Kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang, Manado, pada Jumat 16 Januari 2026. Dugaan keracunan muncul setelah jemaat mengikuti ibadah yang telah berlangsung sejak pagi hari.

"Berdasarkan keterangan pimpinan jemaat, kegiatan makan bersama dilaksanakan sekitar pukul 13.00 hingga 14.00 Wita. Namun, sekitar pukul 15.00 Wita, sejumlah jemaat mulai merasakan gejala seperti pusing, mual, dan muntah-muntah," terang Agus.

Menyusul munculnya keluhan tersebut, para jemaat segera dibawa ke beberapa rumah sakit di Kota Manado untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Rumah sakit yang menangani para korban antara lain RS Siloam, RS Pancaran Kasih, RS ODSK, RS Bhayangkara, dan RS Advent Teling.

"Korban masih dalam tahap observasi dan perawatan dokter, 3 korban yang sudah di pulangkan," bebernya.

Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut. Polisi telah meminta keterangan dari tiga orang saksi yang berkaitan langsung dengan kegiatan tersebut.

"Kita, lakukan lidik dengan meminta keterangan dari gembala gereja, ketua panitia, sama penyedia makanan," pungkasnya. *

Sumber: