Fakta dan Mitos Depresi yang Jarang Disadari
Ciri-ciri Depresi, Image: DALLĀ·E 3--
sulut.disway.id - Depresi sering disalahartikan sebagai sekadar perasaan sedih atau menarik diri dari orang lain. Padahal, kondisi ini lebih kompleks dan bisa muncul dalam bentuk yang berbeda-beda, termasuk perilaku sehari-hari yang tampak normal. Mengetahui mitos dan fakta tentang depresi membantu seseorang mengenali gejala lebih cepat dan mencari dukungan atau perawatan yang tepat.
Mitos 1: Depresi Selalu Terlihat Lewat Kesedihan
Banyak orang berpikir bahwa penderita depresi pasti tampak sedih atau murung. Padahal, beberapa orang menunjukkan gejala berupa iritabilitas, cemas berlebihan, atau kesulitan berkonsentrasi. Bahkan gerakan fisik atau cara berbicara bisa melambat akibat pengaruh depresi terhadap fungsi otak. Perubahan perilaku signifikan, seperti menjadi lebih konflik, kehilangan minat sosial, atau kebiasaan baru yang merugikan diri sendiri, bisa menjadi tanda depresi.
Mitos 2: Semua Orang Pernah Depresi, Jadi Itu Normal
Sering terdengar orang berkata “Aku depresi” saat merasa sedih sementara. Depresi klinis berbeda dengan sedih biasa dan memengaruhi sekitar satu dari enam orang dewasa sepanjang hidupnya. Perasaan sedih bisa datang dan pergi, tetapi depresi berlangsung terus-menerus, biasanya lebih dari dua minggu, tanpa alasan yang jelas. Gejalanya bisa berupa perasaan tidak berharga, kehilangan minat pada hal yang disukai, atau pikiran untuk bunuh diri.
Mitos 3: Depresi Hanya Mengubah Suasana Hati
Depresi tidak hanya memengaruhi emosi. Energi bisa menurun, nafsu makan berubah, dan pola tidur terganggu. Beberapa gejala fisik, seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, atau masalah jantung, juga bisa muncul. Hubungan antara kondisi mental dan fisik sangat erat, sehingga menjaga kesehatan tubuh juga penting untuk kesehatan mental. Penelitian menunjukkan pasien dengan penyakit autoimun memiliki risiko lebih tinggi terkena gangguan suasana hati.
Mitos 4: Penderita Depresi Hanya Perlu Menjadi Kuat
Depresi bukan soal kurangnya kemauan atau motivasi. Perubahan kimia di otak dan tubuh membuat seseorang tidak bisa “menyemangati diri sendiri” untuk sembuh. Terapi dapat mengajarkan strategi coping, membentuk pola pikir positif, menyelesaikan tugas secara bertahap, dan merayakan pencapaian kecil. Beberapa orang mungkin juga memerlukan obat untuk menstabilkan suasana hati atau meningkatkan kualitas tidur.
Mitos 5: Depresi Sulit Diobati
Depresi termasuk salah satu gangguan mental yang paling banyak diteliti dan cukup responsif terhadap pengobatan yang tepat. Tantangan utama adalah menemukan kombinasi terapi dan obat yang sesuai, terutama jika disertai kondisi lain seperti kecemasan, PTSD, atau penyalahgunaan zat. Terapi dan pengobatan yang tepat dapat membantu hingga 70% penderita depresi berat mengalami perbaikan signifikan. Inovasi seperti ketamin atau terapi psikedelik juga menunjukkan hasil positif pada kasus depresi yang sulit diobati.
Depresi bukan sekadar kesedihan atau kelemahan mental. Memahami fakta dan mitosnya dapat membantu penderita dan orang di sekitarnya mengambil langkah yang tepat untuk dukungan dan pemulihan.
Referensi:
-
Rockwood, Kate. 5 Myths About Depression Everyone Should Know. Men’s Health.
Sumber: